Yusri Mampie Sayangkan Penyu Hijau Dilepas dalam Kondisi Terluka
Yusri menyayangkan penyu hijau itu dilepasliarkan. Mengingat kondisi kepala penyu terluka.
Penulis: edyatma jawi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN -- Ketua sahabat penyu Yusri, angkat bicara terkait pelepasan penyu di Pantai Bahari Polewali.
Yusri menyayangkan penyu hijau itu dilepas liarkan, apalagi kondisi kepala penyu terluka.
"Harus teliti betul saat melihat atau menangani penyu seperti ini, apalagi penyu tersebut ada beberapa luka pada bagian kepalanya," ujar Yusri, Selasa (30/7/2019).
Menurutnya, penyu yang terluka itu harusnya dirawat sebelum dilepaskan.
Pemuda asal Mampie, Desa Galeso ini, juga meminta instansi terkait mengukur penyu secara teliti.
Pengukuran tidak hanya panjang dan lebar tubuh penyu.
Pembatalan Pemenang Tender Itik Diatas Persetujuan Gubernur
Luna Maya Posting Foto Bareng Herjunot Ali, Tulis Kode 5712, Apa Maksudnya? Netizen Riuh
MenpanRB dan BKN Gelar Rakor Penerimaan CPNS 2019 dan PPPK 2019, Kapan Pendaftaran Dibuka?
Jelang Final Piala Indoensia, PSSI Minta Tribun Portabel di Mattoanging Dihilangkan
Tapi mulai tungkai kepala, dan karapas juga harus diukur lalu didokumentasikan.
Hal itu penting supaya diketahui dapat dikenali saat penyu itu ditemukan lagi di tempat lain. Dengan demikian dapat dideteksi perjalanan penyu tersebut.
"Bagi kami ini juga tanda tanya, karena di Polman sejauh ini belum pernah ada ditemukan penyu hijau mendarat untuk bertelur. Kebanyakan penyu lekang atau abu-abu," katanya.
"Jadi kalau ada penyu hijau tertangkap seperti itu dengan alasan terdampar harusnya diperjelas. Dimana TKP nya, dan kenapa bisa tertangkap, karena Polman bukan tempat penyu hijau bertelur," sambungnya.
Meski demikian, Yusri tetap mengapresiasi upaya petugas melepaskan penyu tersebut. Apalagi sebelumnya warga yang memelihara sempat menolak.
Koordinator Pengawaaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Polman, Muh Husyary menegaskan, pelepasan penyu itu telah sesuai prosedur.
Sebab pihaknya tak ingin mengambil risiko. Apalagi jika penyu itu mati.
"Karena sudah dua bulan dirawat oleh saudara Idris, saya rasa untuk penanganannya sudah baik," terang Husyary.
Kata Husyary, kepala penyu itu telah terluka sejak ditemukan warga Desa Rea, Kecamatan Binuang, Idris.
Ia menilai, luka tersebut akan sembuh setelah penyu itu kembali ke laut.
"Bayangkan kalau sudah dua bulan disimpan di bak penampungan, pasti si penyu akan susah bergerak, saya lihat juga makanan yang ada juga sudah cukup," katanya.
Husyary menambahkan, kendala lainnya yakni tidak ada dokter hewan di Polman.
"Saya paham sahabat penyu pasti juga akan turut serta merawat, cuman sebaiknya kita kembalikan ke alamnya biar sehat kembali. Karena pada saat di lepasliarkan, penyu tersebut langsung berenang ke laut dengan gesit," pungkasnya.
Sekedar diketahui, penyu hijau yang ditemukan warga Desa Rea, Idris, dilepasliarkan di Pantai Bahari Polewali, Senin (29/7/2019).
Penyu memiliki panjang 106 centimeter dan lebar 76 centimeter. Penyu itu sebelumnya dipelihara selama dua bulan oleh Idris.
Muh Husyary bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Polman, penyuluh perikanan dan Polair Polman, mendatangi Idris untuk mengecek penyu tersebut.
Namun, Idris sempat enggan melepaskan penyu itu. Husyary yang juga didampingi pemerintah desa pun berdialog dengan Idris.
"Setelah kami berdialog dan menyampaikan aturannya, akhirnya beliau bersedia melepaskannya," ungkap Husyari.
Penyu tersebut lalu diangkut menggunakan mobil. Kemudian dilepaskan di Pantai Bahari Polewali. (Tribun Polman.com)
Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Pembatalan Pemenang Tender Itik Diatas Persetujuan Gubernur
Luna Maya Posting Foto Bareng Herjunot Ali, Tulis Kode 5712, Apa Maksudnya? Netizen Riuh
MenpanRB dan BKN Gelar Rakor Penerimaan CPNS 2019 dan PPPK 2019, Kapan Pendaftaran Dibuka?
Jelang Final Piala Indoensia, PSSI Minta Tribun Portabel di Mattoanging Dihilangkan