Lima Kali Curi Celengan Masjid, Warga Palopo Ini Akhirnya Diringkus Polisi

Polsek Wara Kota Palopo meringkus spesialis pencuri celengan masjid atau kotak amal di Kelurahan Penggoli, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo

Lima Kali Curi Celengan Masjid, Warga Palopo Ini Akhirnya Diringkus Polisi
TRIBUN TIMUR/HAMDAN SOEHARTO
Polsek Wara Kota Palopo meringkus spesialis pencuri celengan masjid atau kotak amal di Kelurahan Penggoli, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Selasa (30/7/2019) pagi. 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Polsek Wara Kota Palopo meringkus spesialis pencuri celengan masjid atau kotak amal di Kelurahan Penggoli, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Selasa (30/7/2019) pagi.

Pelaku adalah Muchsinin (47) warga Perumahan Griya Setuju, Kelurahan Songka, Kota Palopo.

Ayah dua anak ini diringkus saat sedang menjalankan aksinya didalam masjid. Ia terpergok Polisi yang telah membuntuti nya sejak keluar dari rumah.

Baca: Aniaya Dosen, Dua Warga Palopo Diringkus Polisi

Baca: Polres Palopo Ringkus Dua Pengedar Sabu, Amankan 13 Saset Sabu dan Uang Tunai Rp 2,5 Juta

Baca: Polisi Gagal Tangkap Pelaku Judi Sabung Ayam di Kelurahan Pattene Kota Palopo

Kapolsek Wara Kompol Marten Sipa mengatakan, lima masjid yang telah dicuri adalah masjid di anggrek, merdeka, buntu datu, penggoli dan ahmad razak.

Pelaku sebelumnya telah diketahui berdasarkan CCTV masjid yang berada di Jl Merdeka. Uang dari kotak amal masjid dicuri dengan cara dicongkel menggunakan obeng.

"Awalnya kami terima laporan telah ada pencurian celengan masjid di Jl Merdeka itu terjadi beberapa pekan lalu. Melalui CCTV kami mengetahui pelakunya. Lalu kami selidiki dan menceri tahu keberadaan palaku, hingga dibuntuti dari rumahnya saat mau beraksi lagi," jelasnya.

Warga kelahiran Kandoa, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu ini mengaku telah mencuri celengan masjid sejak Juni 2019.

Itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup termasuk membayar cicilan rumah.

Dari setiap celengan ia memperoleh Rp 700 ribu hingga jutaan rupiah.

Awalnya Muchsinin bekerja sebagai karyawan swasta, gajinya tidak cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Halaman
12
Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved