Ditolak Tamtama AL karena Nilainya Terlalu Tinggi, Yusuf Maulana Justru Lolos Menjadi Taruna Akmil

Ditolak Tamtama AL karena Nilainya Terlalu Tinggi, Yusuf Maulana Justru Lolos Menjadi Taruna Akmil

Ditolak Tamtama AL karena Nilainya Terlalu Tinggi, Yusuf Maulana Justru Lolos Menjadi Taruna Akmil
Youtube
Ditolak Tamtama AL karena Nilainya Terlalu Tinggi, Yusuf Maulana Justru Lolos Menjadi Taruna Akmil 

Sebenarnya ia sedih kehilangan sang istri saat Yusuf masih melakukan pendidikan, belum lulus dari Akmil.

"Enggak tega, enggak apa-apa lah ini mah urusan Allah, saya juga udah berusaha sekuat tenaga, tapi ya namanya kehendak Allah kan enggak tahu. Saya juga sedih juga, dia juga belum lulus, mama udah enggak ada," katanya terlihat sedih.

Kemudian, Yusuf pun masih ingat saat-saat mengetahui kabar duka ibunya.

Kala itu, ia mendapatkan chat WhatsApp dari anggota keluarganya yang lain.

"Masih ingat dulu, pas ngecek hp ada WA keluarga yang nge-chat, 'ibu, ibunya Yusuf udah enggak ada'," cerita Yusuf.

Membaca kabar mengejutkan itu, ia langsung diam.

Dalam hatinya, Yusuf bertanya mengapa sang bapak tak memberi tahunya.

"Saya langsung diem kenapa bapak enggak bilang. langsung pulang ke paviliun langsung teplon bapak," ujarnya.

Melalui sambungan telepon, ia bertanya kepada ayahnya soal kebenaran ibunya meninggal.

"Kenapa Bapak enggak bilang," kata Yusuf pada ayahnya saat itu.

"Ya mau bilang sama siapa Nak," ucap Yusuf menirukan jawaban sang ayah.

Kemudian, Yusuf pun langsung bergegas pulang ke rumahnya.

Di makam ibunya, ia hanya bisa diam, nangis pun tak bisa.

"Pas pulang ke rumah saya langsung diem di makamnya mama. itu pun enggak nangis, mungkin Yusuf udah ikhlas," kata Yusuf.

Kini, Yusuf Maulana pun mempersembahkan kelulusannya dari Akmil untuk sang ibu yang telah tiada.

Ayahnya pun bersyukur, sambil menangis dan memeluk putranya, Anda Sunarto mendoakan kesuksesan anaknya.

"Semoga perjalanannya lancar ya Nak," katanya kepada Yusuf.

Si Anak Tukang Bubur

Selain Yusuf Maulana si anak tukang ojek yang lulus Akmil, sebelumnya juga Imron Ichwani resmi menjadi prajurit taruna Akmil.

Imron Ichwani dilantik dan diwisuda Panglima TNI Hadi Tjahjanto, pada Kamis (1/11/2018) lalu.

Imron Ichwani menjadi sorotan karena latar belakang keluarganya sebagai anak tukang bubur.

Dari data yang dikutip Tribunjabar.id dari laman resmi TNI, sebelum menjadi prajurit taruna Akmil, Imron Ichwani kerap membantu ayahnya yang bekerja sebagai tukang bubur.

Sebelum berangkat sekolah, Imron Ichwani menyempatkan waktu utnuk menyiapkan perlengkapan dan bahan dagangan untuk sang ayah.

Biasanya, Imron Ichwani kerap membantu ayahnya yang tukang bubur itu setelah salat subuh pada pukul 04.15 WIB, hingga jelang berangkat sekolah.

Imron Ichwani merupakan lulusan SMA 1 Purwokerto.

Ia tertarik menjadi prajurit taruna Akmil karena mendapatkan informasi soal perekrutan taruna Akmil di sekolahnya.

Imron Ichrani yang tinggal di Jalan Cempaka, Sesa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga pun langsung mengikuti seleksi calon taruna Akmil.

Imron Ichwani, anak seorang tukan bubur keliling asal Purbalingga, yang menjadi Capratar Akmil 2018. (Dokumentasi Pendam IV/Diponegoro)
Imron Ichwani, anak seorang tukan bubur keliling asal Purbalingga, yang menjadi Capratar Akmil 2018. (Dokumentasi Pendam IV/Diponegoro) (Istimewa)

Kebetulan, Imron Ichwani memang bercita-cita sebagai TNI sejak kecil.

Ternyata tekad kuatnya itu membuahkan hasil.

Imron Ichwani bahkan lulus seleksi tingkat daerah dan tingkat pusat.

Video Imron Ichwani saat ditanya Panglima TNI pun sempat viral di dunia maya.

Saat masa seleksi taruna Akmil itu, Imron Ichwani tak ragu menyebut ayahnya bekerja sebagai tukang bubur keliling.

"Siap dagang bubur ayam," ujar Imron Ichwani.

Mendengar pengakuan calon prajurit taruna Akmil ini, Panglima TNIHadi Tjahjanto langsung menanyakan lebih lanjut terkait pekerjaan ayah Imron Ichwani.

Imron Ichwani pun mengaku, ayahnya kerap berjualan bubur ayam keliling menggunakan motor.

Dari video tersebut, dimuat pula cuplikan dari ayah Imron Ichwani, Sugeng Suroso.

Sugeng Suroso tampak mengendarai motor dan berhenti untuk melayani pembeli bubur ayam.

Sugeng Suroso bahkan memasak bubur ayam itu sendiri di dapurnya.

Walaupun ayahnya hanya bekerja sebagai tukang bubur ayam keliling, tak membuat Imron Ichawani malas belajar.

Ia justru berprestasi sejak di bangku sekolah.

Dari data yang diterima Tribun Jabar dari Kapendam IV/Dipenogoro, Imron adalah anak yang cerdas.

Sejak SD, ia kerap mengikuti kompetisi pada mata pelajaran matematika.

Imron Ichwani bahkan kerap mendapatkan nilai 10 saat ujian nasional matematika.

Kemampuannya dalam berhitung ini berlanjut ke bangku SMP dan SMA.

Ia kerap mengikuti lomba olimpiade tingkat daerah.

Selain jago matematika, Imron Ichwani pun aktif sebagai anggota Paskibraka.

Di depan Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Imron Ichwani mengaku memiliki cita-cita sebagai anggota TNI sejak duduk di bangku SD.

Padahal, Imron Ichwani pun lolos SNMPTN di PTN ternama, tapi ia memilih mencapai cita-citanya menjadi TNI.

Baca: Sudah 3 Kali Berhubungan Badan Layaknya Suami Istri, Ditolak Saat Minta Lagi, Foto Syur pun Melayang

"Karena lihat apa ingin jadi TNI?" tanya Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

"Siap, lihat di TV, saat upacara 17 Agustus," jawab Imron Ichwani, terlihat tegang.

Walaupun tampak tegang, Imron Ichwani mencoba tenang dan menjawab semua pertanyaan dengan lancar.

"Waktu itu melihat TNI itu gagah. Saya tidak akan menyerah," kata Imron Ichwani lantang.

Setelah lulus masuk Akmil, Imron Ichwani mengaku terasa berat dan lelah atas aktivitas yang padat.

Dari pukul 04.00 hingga 22.00, Imron Ichwani harus mengikuti kegiatan di Akmil Resimen Chandra.

Namun, bagi Imron Ichwani, rasa capek itu hanya berlangsung pada awal-awal pendidikan.

Memasuki pekan kedua, ia sudah terbiasa dan semakin bersemangan.

Ia menurutkan, menjalani semanya secara ikhlas dan memiliki motivasi sehingga semua kegiatan yang dilakukannya terasa lebih ringan. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Kisah Mengharukan Anak Tukang Ojek Kalah Melamar Tamtama Tapi Lulus Akmil, Tak Lihat Ibu Dimakamkan, https://medan.tribunnews.com/2019/07/24/kisah-mengharukan-anak-tukang-ojek-kalah-melamar-tamtama-tapi-lulus-akmil-tak-lihat-ibu-dimakamkan?page=all.

Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved