Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Jelang Idul Adha Ini Tata Cara Berkurban yang Benar Menurut Syeikh Ali Jaber, Jangan Keliru & Pahami

Jelang Idul Adha Ini Tata Cara Berkurban yang Benar Menurut Syeikh Ali Jaber, Jangan Keliru & Pahami

Editor: Waode Nurmin
Bangkapos.com/ Deddy Marjaya
Jelang Idul Adha Ini Tata Cara Berkurban yang Benar Menurut Syeikh Ali Jaber, Jangan Keliru & Pahami 

Misalnya seorang bapak dengan seorang anak berkurban dengan 1 kambing, sah. Dengan 1 sapi silahkan.

Seorang bapak dengan 4 orang istri dan masing-masing 10 orang anak hendak berkurban, wajib dengan 1 kambing saja untuk 45 orang sekeluarga.

Jika mampu 1000 kambing atau 1000 sapi, boleh, silahkan," lanjut Syeikh menambahkan penjelasannya.

Tentang nama-nama yang disebut saat penyembelihan, Syeikh Ali mengatakan tidak ada kewajiban atas hal tersebut.

Karena hakikatnya menyebut atas nama keluarga sudah mencakup seluruh anggota keluarga termasuk orang tua yang sudah meninggal dunia.

"Bismillah atas namaku dan keluarga. Tidak perlu membawa nama-nama. Atas namaku dan keluarga sudah termasuk orang tua yang meninggal. Ada sebagian ulama membolehkan, kalau kita mampu dan mau khusus, kambing atas nama orang tua, tidak masalah. Kalau tidak mampu, maka 1 ekor sudah termasuk keluarga dan orang tua kita. Ini adalah salah satu sedekah yang berguna bagi orang tua yang meninggal di keluarga kita," katanya.

Baca: Sapi Kurban Mulai Naik Jelang Iduladha di Gowa

Baca: Mudahkan Pengguna Go-TIX untuk Berkurban, Gojek Gandeng Lima Organisasi

Baca: Ibadah Sunnah Jelang Idul Adha, Berikut Niat dan Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

2. Makan Daging Kurban

Persoalan kedua yang beliau sorot adalah sunnah yang mulai hilang yaitu banyak yang tidak mau makan dari hasil kurban.

Sebagian besar masyakarat tidak mau memakan daging kurban dengan alasan ingin disedekahkan semua untuk fakir miskin.

"Padahal ini adalah sunnah Rasul seperti dalam aqiqah. Rasululullah membagi kurban menjadi tiga, pertama dihadiahkan kepada orang kaya untuk silaturrahim, kedua disedekahkan untuk orang miskin, dan yang ketiga untuk diri sendiri. Bahkan Rasulullah SAW sebelum shalat 'Ied berpuasa, lalu membatalkannya sesudah shalat dari hasil sembelihan hewan qurban," kata Syeikh Ali.

Beliau menekankan bahwa daging kurban yang ingin disedekahkan semua tidak masalah, namun mengajak jamaah agar sesekali menghidupkan sunnah Rasul dengan memakan daging qurban.

3. Pembayaran dengan Kulit dan Kepala

Persoalan ketiga yang beliau sorot adalah maraknya pembayaran ongkos penyembelihan hewan kurban dengan kulit dan kepala, padahal tidak dibenarkan.

"Tidak boleh pembayaran hasil sembelihan dari kulitnya. Banyak tukang sembelih datang, ketika kita tawarkan untuk sembelih dan tanya berapa, 'ndak papa kasi aja kulitnya sama kepalanya'. Jangan anda setuju dan terima," kata beliau menegaskan.

"Qurban itu lillahi ta'ala bukan jual beli. Kalau sudah dijual berarti bukan kurban karena tidak lillahi ta'ala," tambahnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved