Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cabuli Bocah di Toilet Masjid, Pelaku Ditangkap Polisi

Hal itu diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Iqbal Usman saat dikonfirmasi terkait penanganan kasus itu.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
Polrestabes Makassar
MJ (56) terduga pelaku cabul diciduk Polsek Rappocini, Makassar, Selasa (16/7/2019) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Terduga pelaku cabul, MJ (56) diserahkan pihak Polsek Rappocini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polredtabed Makassar, Selasa (16/7/2019) sore.

Hal itu diungkapkan Kanit Reskrim Polsek Rappocini, Iptu Iqbal Usman saat dikonfirmasi terkait penanganan kasus itu.

"Tadi sore sudah dilimpahkn ke unit PPA (Polrestabes Makassar) biar lebih teknis penanganannya," kata Iqbal Usman dalam keterangan tertulisnya.

LBH Mamasa Akan Kawal Kasus Ijazah Palsu Caleg

Pansus Hak Angket akan Panggil Staf Khusus Gubernur Sulsel.

FOTO: Ilham Arif Sirajuddin Bertandang ke Redaksi Tribun Timur

MJ yang merupakan oknum pencatat meteran listrik diciduk personel Reskrim Polsek Rappocini, Makassar, siang tadi atas laporan ibu rumah tangga berinisal SI (46).

SI yang merupakan warga komplek perumahan di Kelurahan Gunubgsari Makassar, melaporkan MJ atas dugaan pencabulan terhadap anaknya lelakinya berinisial FZ (12).

Kepada polisi, SI mengungkapkan, anaknya FZ diduga dicabuli MJ di toilet salah satu masjid saat sedang bermain.

Usai mengalami dugaan tindak pencabulan, FZ pun pulang ke rumahnya lalu menceritakan peristiwa yang dialami ke sang ibu, SI.

"Anak pelapor (SI) pulang ke rumah dan menangis menceritakan bahwa telah dicabuli oleh pelaku (MJ) dan diancam agar tidak memberitahukan kepada orang tuanya," kata

LBH Mamasa Akan Kawal Kasus Ijazah Palsu Caleg

Pansus Hak Angket akan Panggil Staf Khusus Gubernur Sulsel.

FOTO: Ilham Arif Sirajuddin Bertandang ke Redaksi Tribun Timur

SI dengan mudah mengenali terduga pelaku (MJ) lantaran, setiap harinya bertugas mencatat meteran listrik yang ada di komplek perumahan tempat SI tinggal.

"Pelaku (MJ) sehari-harinya bekerja sebagai pencatat meteran listrik di sekitar TKP, sehingga dikenal oleh orangtua korban dan warga lainnya," ungkap Iqbal.

Hingga kini, kata Iqbal Usman, korban yang masih duduk di bangkus sekolah dasar, mengalami trauma dan terus menangis. (*)

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved