Hak Angket, Intensitas Pertemuan Lutfie Natsir dan Nurdin Abdullah Dipertanyakan
Sidang berlangsung di Lantai 8 Gedung Tower DPRD Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (10/7/2019) siang.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ansar
"Kenapa saya memulai dengan kata koordinasi, karena jangan sampai bukan soal penghilangan LHP atau apa. Tapi ini orang sudah dua OPD sudah ada tapi ini inspektorat sombong sekali," ujar Pipink mengumpamakan.
Indikasi intensitas pertemuan atau 'setor muka' menjadi alasan pencopotan Lutfie, menurut Pipink bukan tampa alasan.
Sebab, di priode pemerintahan gubernur sebelumnya, Syahrul Yasin Limpo, nyaris semua OPD pernah mendampingi SYL di setiap aktifitas kerjanya.
"Bayangan saya selama ini, kalau pak Syahrul itu ada kan dimana OPD itu semua ada. Jadi saya minta itu dicatat, kapan bapak (Lutfie) mau ketemu lalu kemudian berhasil ketemu," terang Pipink.
Namun, Lutfie kembali menegaskan setiap kali ingin bertemu lansung dengan NA di ruang kerjanya, ia hanya bertemu dengan TGUPP.
Sepengetahuan Lutfi Natsir, dirinya dicopot lantaran dianggap oleh Nurdin Abdullah, lantaran dianggap memberikan informasi bohong dan membocorkan strategi pemerintahan.
Selain itu, lanjut Lutfie dirinya juga dianggap menghilangkan LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) BPK.
Lutfie Natrsir menjabat sebagai Kepala Inspektorat Sulsel mulai Desember 2017 hingga 10 Juni 2019. Atau satu tahun enam bulan.
Ia kala itu dilantik oleh Gubernur Sulsel sebelumnya Syahrul Yasin Limpo dan dicopot Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.(tribun-timur.com).
Laporan wartawan tribun-timur.com, Muslimin Emba
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Klik Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur: