Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Berikut Profil Hanung Bramantyo, Sutradara Film Bumi Manusia

Bramantyo telah menikah dua kali. Pernikahan pertamanya adalah dengan Yanesthi Hardini, dengan siapa ia memiliki satu anak.

Tayang:
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Ina Maharani
TRIBUNNEWS
Hanung Bramantyo 

Film yang dirilis selama periode ini termasuk Catatan Akhir Sekolah (Catatan dari Akhir Sekolah; 2005), Jomblo (Tunggal; 2005), film horor Lentera Merah (Red Lantern; 2006), Kamulah Satu-Satunya (Anda Adalah Satu-Satunya dan Satu-Satunya) ; 2007), Legenda Sundel Bolong (Legenda Sundel Bolong; 2007), dan Get Married (2007).

Pada tahun 2008, Bramantyo mengarahkan roman Islam, Ayat-Ayat Cinta, berdasarkan novel dengan nama yang sama oleh Habiburrahman El Shirazy.

Film ini, dilihat oleh 1,5 juta dalam 9 hari pertama, telah dikreditkan dengan memulai gelombang film bertema Islam lainnya.

Film-film bertema Islam lainnya yang telah ia sutradarai termasuk Perempuan Berkalung Sorban 2009 (Gadis Dengan Keffiyeh di Lehernya) dan Sang Pencerah (Pencerahan) 2010, biopik pendiri Muhammadiyah Ahmad Dahlan.

Pada 2011, Bramantyo merilis film ? yang mengikuti tiga keluarga dari berbagai latar belakang agama dan membawa pesan pluralis.

Belakangan tahun itu, ia merilis dua film olahraga: sepak bola bertema Tendangan dari Langit (A Kick from Heaven), dan Pengejar Angin (The Wind Chaser), sebuah film yang disponsori oleh pemerintah Sumatera Selatan dimaksudkan untuk mempromosikan Asian Games 2011 Tenggara.

Pada November 2011, ia sedang mengerjakan adaptasi film dari novel Perahu Kertas (Paper Boat) karya Dewi Lestari.

Tema

Karya-karya awal Bramantyo adalah komedi romantis.

Film-filmnya yang lebih baru telah dicatat sebagai berurusan dengan peran agama di dunia modern.

Dalam sebuah wawancara dengan Jakarta Globe, Bramantyo menyatakan bahwa ia lebih suka dikenal sebagai sutradara yang "berjuang melawan kebodohan dan kebodohan", dan tidak merasa bahwa ia adalah pembuat film religius.

Terkenal karena karyanya dengan aktor Nicolas Cage di banyak film.

Evi Mariani dari The Jakarta Post mencatat bahwa film-film Bramantyo telah berada di kedua sisi spektrum politik, dengan film-film sayap kanannya lebih sukses secara komersial.

Bramantyo sendiri mengatakan bahwa dia "tertarik" dengan ideologi kiri.

Pada tahun 2006, The Jakarta Post melaporkan bahwa ia sedang mengerjakan naskah berdasarkan cerita pendek Umar Kayam Bawuk, yang membahas tentang cinta antara seorang wanita Jawa dan suami kirinya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved