TRIBUNWIKI

TRIBUNWIKI: Pimpin 450 Prajurit Misi Tempur ke Papua, Ini Profil Komandan Yonif 721 Makkasau

Tangis haru mewarnai pemberangkatan 450 prajurit Yonif 721 Makkasau ke lokasi perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini

TRIBUNWIKI: Pimpin 450 Prajurit Misi Tempur ke Papua, Ini Profil Komandan Yonif 721 Makkasau
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Danyon 721 Makkasau, Letkol Inf Andi Wicaksono Wibowo ditemui di sela persiapan pemberangkatan, 450 prajurit Yonif 721 Makkasau ke lokasi perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini, di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar, Rabu (3/7/20119) siang.(TRIBUN-TIMUR/MUSLIMIN EMBA) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tangis haru mewarnai pemberangkatan 450 prajurit Yonif 721 Makkasau ke lokasi perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini, Rabu (3/7/20119) siang.

Upacara pemberangkatan yang berlansung di pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar itu, dipimpin Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi dan dihadiri Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Keberangkatan ke 450 prajurit itu dipimpin lansung Danyon 721 Makkasau, Letkol Inf Andi Wicaksono Wibowo.

Baca: VIDEO: Kasus Fee 30 Persen Pemkot Makassar Berlanjut, Siapa Tersangka Selanjutnya?

Baca: FOTO: Polda Sulsel Rilis Kasus Fee 30 Persen Pemerintah Kota Makassar

Baca: Rekrutmen PPIH Dituding Sarat Nepotisme, Ini Pejelasan Kabid Haji dan Umrah Kemenag Sulsel

Ditemui disela persiapan pemberangkatan, Letkol Inf Andi Wicaksono Wibowo, mengungkapkan, misi yang ia bawa berasama 450 prajuritnya merupakan misi tempur tepatnya di kawasan Puncak Jaya.

Selain misi tempur kata Andi Wicaksono, ia dan prajuritnya juga mengemban tugas untuk mencerdaskan anak Papua khususnya di kawasan Puncak Jaya.

"Disana (Puncak Jaya) kita memang menerapkan misi tempur. Namun diselingi dengan kegiatan Pintar Terbatas dari satuan kita," kata Andi Wicaksono Wibowo yang juga Dansatgas Pam Satuan Tugas Pamtas Penyangga RI-PNG Batalyon Infanteri 721 Makkasau tersebut.

Misi tempur dan Pintar Terbatas itu, lanjut Andi Wicaksono bertujuan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat Papua terhadap NKRI.

"Di kegiatan pintar terbatas itu kita akan berbaur dengan masyarakat setempat, misalnya program mengajar di sekolah, memasak bersama, memberikan edukasi atau pendidikan tentang nilai-nilai Pancasila yang betujuan menumbuhkan lagi kecintaan masyarakat disana kepada NKRI," ujarnya.

Misi mulia itu, kata lulusan Akmil Tahun 2001 ini tidaklah mudah. Selain beresiko terhadap keselamat dari ancaman Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), para prajurit juga harus berjuang dan bertahan menghadapi medan berat dan suhu ekstrim.

"Tantangan yang pertama itu, medan kemudian suhu sampai 6 derajat dan medan yang kita tempati (Puncak Jaya) itu rangkaian ketinggian dan kemudian masyarakat disana itu masih menjunjung tinggi adat istiadat," terang lulusan Unibersitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) Cimahi Jawa Barat ini.

Halaman
12
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved