Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

60 Persen BUMDes di Wajo Berjalan Normal, 10 Persen Sekadar Nama, Sisanya?

Dari 142 desa yang tersebar di 13 kecamatan, baru sekitar 60% BUMDes yang usahanya berjalan normal.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Imam Wahyudi
hardiansyah/tribunwajo.com
Workshop membangun ekonomi desa, di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Rabu (3/7/2019). 

TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pemanfaatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masih belum berjalan maksimal di Kabupaten Wajo.

Dari 142 desa yang tersebar di 13 kecamatan, baru sekitar 60% BUMDes yang usahanya berjalan normal.

Selebihnya, sebanyak 30% belum berjalan, padahal telah ada wadah dan 10% hanya sekadar nama.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri saat menggelar workshop membangun ekonomi desa, di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo, Rabu (3/7/2019).

"Workshop pada kesempatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menggugah semangat pengurus Bumdes, supaya bekerja kreatif dan inovatif dalam menggerakkan roda ekonomi di desanya," katanya.

Wakil Bupati Wajo, Amran yang membuka acara workshop bertema "Melalui optimalisasi peran BUMDes, penciptaan peluang usaha dan entrepreneur/wirausaha muda", menyampaikan, dana desa yang dikucurkan pemerintah mampu membuat desa berkembang secara mandiri dengan badan usahanya.

"Perann BUMDes cukup strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di pedesaan, itu bisa meningkatkan usaha masyarakat, menciptakan peluang usaha, menciptakan lapangan pekerjaan dan pengembangan ekonomi desa, serta meningkatkan pendapatan desa," katanya.

BUMDes diharapkan mampu menciptakan dan membangun sentra produksi di Kabupaten Wajo, mengingat ada banyak potensi yang tersimpan di Bumi Lamaddukelleng tersebut.

"Seperti produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan berbagai potensi alam di desa, begitu pula diharapkan muncul wirausaha wirausahaan, entrepreneur muda di desa yang kreatif, inovatif dan mampu membangun desa masing-masing," katanya.

Pada workshop tersebut, menghadirkan 3 pamateri, yakni Tenaga Ahli Pendamping Desa Bidang Ekonomi, Amiruddin, Direktur P. Biota Group, Muhammad Ali dan Direktur Indonesia Entrepreneur Scholl (IES), Haryanto Albrar. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved