Mustahil Prabowo-Sandi Bawa Hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Internasional Setelah Kalah di MK

Mustahil Prabowo Subianto - Sandiaga Uno gugat hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Internasional setelah kalah di MK.

Mustahil Prabowo-Sandi Bawa Hasil Pilpres 2019 ke Mahkamah Internasional Setelah Kalah di MK
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden RI nomor urut 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Mustahil Prabowo Subianto - Sandiaga Uno gugat hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Internasional setelah kalah di MK.

Pakar Hukum Internasional Hikmahanto Juwana mengatakan, sengketa Pilpres tak bisa dibawa ke dua peradilan internasional yakni International Court of Justice (ICJ) dan International Court of Crime (ICC).

Hal itu disampaikan Hikmahanto Juwana menanggapi wacana dari pihak yang tak puas atas putusan MK yang menolak seluruh permohonan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

"Ya enggak bisa lah. Kalau misalnya kita lihat dari statuta Mahkamah Internasional, pasal 34 ayat 1 itu di situ disebutkan bahwa hanya negara yang bisa berperkara di depan Mahkamah Internasional," ujar Hikmahanto Juwana saat dihubungi, Jumat (28/6/2019).

Baca: Alasan Hasil Pilpres Mau Dibawa ke Mahkamah Internasional Setelah Prabowo-Sandi Kalah Lagi di MK

Ia mengatakan, peradilan internasional yang mengurus sengketa antarnegara adalah ICJ.

Hikmahanto Juwana
Hikmahanto Juwana (KOMPAS.COM/WAWAN H PRABOWO)

Biasanya, ICJ menangani kasus sengketa wilayah perbatasan antara dua negara.

Indonesia dan Malaysia pernah bersengketa di ICJ saat memperebutkan Pulau Sipadan dan Ligitan.

Hikmahanto Juwana menyebutkan, memang ada peradilan internasional yang menangani kasus individu yakni ICC.

Namun ICC hanya berwenang menangani empat kasus pelanggaran HAM berat.

Empat kasus tersebut yakni kejahatan terhadap kemanusiaan, genosida, kejahatan perang, dan perang agresi.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved