Promosi Doktor Syariah UIN, Zulhasari Mustafa Bahas Tradisi Maccera Tasi di Wotu

Zulhasari Mustafa Doktor Syariah UIN Bahas Tradisi Maccera Tasi di Wotu Merawat Nasab dan Harta

Promosi Doktor Syariah UIN, Zulhasari Mustafa Bahas Tradisi Maccera Tasi di Wotu
sudirman
Dosen Tetap Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar Dr Zulhasari Mustafa bersama promotor dan penguji, Kamis (27/6/2019) di UIN Alauddin, Makassar. 
MAKASSAR, TRIBUN —  Pelestarian tradisi Maccera tasi’ atau ritual syukuran warga , di Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, dinilai bisa merekatkan kekerabatan dan menjamin distribusi harta bagi masyarakat penyokong kebiasaan tua di pesisir utara Teluk Bone.
Berdasarkan penelitian dan pengumpulan data kualitatif terhadap ritual mocera tasi, dikonstruksi suatu kaidah yang menyatakan al-akhdzu bi al-taqaalid akhdzu bi mashaalih al-nasl wa al-maal, melestarikan tradisi bermakna bagi perawatan kemaslahatan nasab dan harta. 
Implikasi penelitian menunjukkan  tradisi turun temurun warga ini akan memberikan  manfaat syariat (maqasidu syarii) Islam melalui penyerapan ajaran di beberapa ranah ritual. 
Masyarakat Wotu memperoleh pengayaan spiritual keislaman sebagai modal sosial kultural.
Relasi mocera tasi dengan syariat diharapkan memberi kehidupan lebih bermakna bagi masyarakat pelaku ritual, pemerintah, dan bangsa Indonesia.
Demikian salah satu poin kesimpulan dari disertasi doktor dirasah Islamiyah oleh dosen Fakultas Syariah Zulhasari Mustafa SAg, MAg, di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Kampus Samata, Gowa, Kamis (27/6/2019) siang.
Disertasi berjudul Ritual Mocera Tasi Masyarakat Wotu di Luwu Timur Perspektif Maslahat ini mengantar Direktur Lakpesdam Nahdlatul Ulama (NU) Sulsel ini menjadi dokter ke-780 Program Pasca Sarjana (PPs) UIN Alauddin Makassar.
Sebelum dinyatakan lulus dengan predikat cum laude, Zulhasari Mustafa menjadi promevendus dalam sidang promosi doktor yang dipimpin Prof Dr Musafir Pababari, M. Si dan sekretaris sidang, Prof. Dr. Sabri Samin, M. Ag.
Sidang promosi yang berlangsung hampir tiga jam ini menghadirkan Wakil Dekan III Fisip UNM Prof. Dr. Jumadi Sahabuddin, M. Si, sebagai penguji eksternal, ddengan penguji utama Direktur Pascasarjana UIN Alauddin Prof. Dr. Sabri Samin, M. Ag.
Dua penguji lainnya adalah Prof. Dr. Darussalam, M. Ag. (Dekan Fak. Syari’ah & Hukum UIN) dan Dr. H. Abdul Wahid Haddade, Lc. M.H.I (Sekr. Prodi Ekonomi Islam PPS UIN)
Penelitian selama kurang lebih 2 tahun ini dibawah majelis pembimbing sekaligus promotor Prof. Dr. Usman Jafar, MA, Prof. Dr. Kasjim Salenda, SH, M.Th.I dan Drs. H. Mawardi Djalaluddin, Lc., M. A., Ph. D.
Hadir dalam ujian promosi doktor itu juga antara lain Wadek III Fakultas Syariah dan hukum UINAM Dr HM Saleh Ridwan, MHI, Ketua Jurusan Peradilan Agama Fakultas Syariah dan Hukum Dr H Supardin, MHI, dan Ketua Jurusan Perb. Mazhab dan Hukum UIN Alauddin Dr. Ahmad Musyahid, M.Ag.
Hadir juga pengurus PW NU Sulsel dan Ketua PW Anshor Sulsel Tonang Cawidu,  khatib syuriah PC NU Makassar Dr Saepullah Rusmim LC, MA, Kamaruddin Natsir MA, A’wan PW NU Sulawesi Utara M Syukri Thahir MAg, dan pengurus PW Anshor Sulsel M Zaenuddin  MAg, pengurus Yayasan Al Hamid Bantaeng Sofyan Hamid, dan sahabatnya di MAPK M Natsir dan Fadly Gazaly Sangkala juga.
Dosen UIN Alauddin Makassar Zulhasari Mustafa berfose bersama istri Nuraeni, orangtua dan sahabat usai ujian promosi doktor di PPS UIN Alauddin Makassar, Kamis (27/6/2019).
Dosen UIN Alauddin Makassar Zulhasari Mustafa berfose bersama istri Nuraeni, orangtua dan sahabat usai ujian promosi doktor di PPS UIN Alauddin Makassar, Kamis (27/6/2019). (dok_lakpesdam_sulsel)
 Dalam disertasinya, alumnus Ponpes Biru Bone dan MAPK Ujungpandang ini mendeskripsikan pemahaman masyarakat Wotu tentang mocera tasi.
Monoteisme Pua Lamoa merupakan landasan paling awal dari ritual mocera tasi. 
Memori masyarakat Wotu kontemporer masih menyimpan metamorfosis penamaan Zat Maha Tunggal sejak masa Pua Lamoa, Dewata Seuwae, sampai kepada Allah swt.
Mocera tasi dilaksanakan dalam kerangka pengesahan Pua Macowa sebagai pemimpin adat, tolak bala, atau ungkapan syukur.
Hakikat mocera tasi berkaitan dengan momen peringatan kembali tentang asal usul manusia dan alam semesta. Asal usul dari segala sesuatu dalam pemahaman masyarakat Wotu adalah Allah swt. 
Penelitian bersifat kualitatif yang menggali data melalui proses penelitian lapangan (field research). 
Cultural studies digunakan sebagai pendekatan utama penelitian. Pendekatan normatif, historis, dan sosiologis dijadikan pendekatan pendukung penelitian. 
Sumber data primer terdiri dari informan pelaku ritual,  dokumen tulisan pihak pelaku ritual, dan dokumentasi digital pelaksanaan ritual. 
Sumber data sekunder terdiri dari informan dari masyarakat yang tidak terlibat langsung dengan ritual dan dokumen yang dapat dikaitkan dengan suasana ritual.
Pengumpulan data memanfaatkan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Data diuji melalui teknik triangulasi sebelum dituliskan dalam hasil penelitian.
Dr Zulhasari Mustafa MAg
Lahir: Wotu, 7 Januari 1975
Dosen Tetap Fak. Syari’ah dan Hukum UIN Alauddin Makassar
Riwayat Pendidikan :
- SD 197 Campae Kec. Wotu Kab. Luwu (1987)
- Mts. PP. Ma’had Hadis Biru Watampone (1990)
- Madrasah Aliah Negeri Program Khusus (1993) Makassar
- Sarjana (S1) Syariah UIN Alauddin (1998), S2 Syariah UIN Alauddin (2000) dan Syariah UIN 2015. (*)
 

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow IG resmi Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Sudirman
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved