Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tolak Relokasi, Pedagang Pasar Tamanroya Jeneponto Pasang Spanduk

Rencana pemanfaatan Pasar Boyong, Kecamatan Tamalatea Jeneponto mendapat penolakan sejumlah Pedagang, Kamis (27/6/2019) pagi.

Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/IKBAL NURKARIM
Pedagang Pasar Tamanroya Jeneponto memasang spanduk bertuliskan menolak relokasi. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Rencana pemanfaatan Pasar Boyong, Kecamatan Tamalatea Jeneponto mendapat penolakan sejumlah Pedagang, Kamis (27/6/2019) pagi.

Pedagang lama Pasar Tamanroya membentangkan spanduk besar di depan pasar bertuliskan menolak relokasi.

Salah seorang pedagan Norma mengaku tidak mau pindah karena jumlah kios yang ada di Pasar Boyong tidak sebanding dengan pasar Tamanroya.

Baca: Kisah Suherman Kumis Pemuda Jeneponto Lolos Audisi KDI ke Jakarta

Baca: Bupati Jeneponto Bakal Lakukan Mutasi Bulan Juli

Baca: HUT ke 73 Bhayangkara, Ini Pesan Kapolres Jeneponto

"Cuma 36 pedagang Tamanroya dipastikan mendapat kios. Sementara jumlah kami disini ratusan," kata Norma, Kamis (27/6/2019) pagi.

Iapun mempersilahkan jika ada pedagang yang mau pindah namun, Ia bersama pedagan lainnya tidak ikut.

"Pedagang yang mau pindah, silahkan. Kami semua di sini sepakat tidak mau pindah. Apapun alasan pemerintah," tuturnya.

Pedagang lain Syamsiah menilai keamanan di pasar Boyong sangat rawan, karena lokasinya yang jauh dari pemukiman warga.

"Saya khawatir dengan keamanan dagangan saya jika harus pindah ke Pasar Boyong,"kata Syamsiah.

Sebelumnya, Dinas Perindustrain dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Jeneponto Muh Jafar menargetkan pemanfaatan pasar Boyong pas hari kemerdekaan 17 Agustus mendatang.

Menurutnya, sebelum pasar Boyong di tempati pedagang terlebih dahulu dibenahi beberapa hal.

"Sesuai dengan hasil rapat Forkompinda rencana pemanfaatan pasar Boyong akan dilakukan pas momentum hari proklamasi 17 Agustus mendatang," kata Muh Jafar, Jumat (21/6/2019) lalu.

"Jadi kami dinas perdagangan perindustrian bersama SKPD terkait diminta untuk memanfaatkan waktu kurang lebih dua bulan ini untuk proses sosialisasi bagaimana meyakinkan masyarakat agar mereka merasa sadar terpanggil untuk pindah," jelasnya.

Pasar Boyong sendiri, diresmikan Gubernur Sulsel saat itu, Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Jeneponto Iksan Iskandar pada peringatan Hut ke-153 Jeneponto, Minggu (1/5/2016) lalu belum pernah difungsikan.

Pembangunan pasar yang berlokasi di Kecamatan Tamalatea Jeneponto ini menggunakan anggaran pembangunan pasar ini mencapai 17 milliar, yang bersumber dari APBN 2013. (TribunJeneponto.com)

Laporan Wartawan TribubJeneponto.com @ikbalnurkarim

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow IG resmi Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved