Rugikan Negara Rp 7 Miliar, Kontraktor Gowa Hendrik Wijaya Divonis Penjara 2 Tahun Kasus MAN IC

Rugikan Negara Rp 7 Miliar, Kontraktor Gowa Hendrik Wijaya Divonis Penjara 2 Tahun Kasus MAN IC

Rugikan Negara Rp 7 Miliar, Kontraktor Gowa Hendrik Wijaya Divonis Penjara 2 Tahun Kasus MAN IC
Handover
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan melakukan peninjauan lokasi pembangunan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia (MAN IC) di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe, Gowa, Kamis (14/12). 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Tiga terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan asrama putri dan putra Madrasah Aliah Negeri Insan Cendikia (MAN IC) Kabupaten Gowa, divonis bersalah.
Putusan itu dibacakan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar yang dipimpin langsung Yamto Susena, Selasa (18/06/2019), malam.

Dalam amar putusan, ketiga terdakwa divonis berbeda.
 Direktur PT Syafitri Perdana Konsultan, Alimuddin Anshar dan Andi Muhammad Zainul Yasni selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), divonis satu tahun penjara.

"Untuk klien saya pak Zainul sama vonisnya dengan pak Alimuddin selama 1 tahun penjara," kata Penasehat Hukum terdakwa Buyung, kepada Tribun, Selasa (18/06/2019), malam.

Baca: ACC Apresiasi Polda Sulsel Menahan Tiga Tersangka Korupsi MAN IC Gowa

Baca: Tjahjo Kumolo Sebut Sulsel Rawan Korupsi, Polda Tunggu Laporan

Baca: Sulsel dan 2 Provinsi Zona Merah Diawasi KPK Rawan Korupsi Ada Stadion Pemda Eh Jadi Milik Pribadi


Tak hanya itu, kedua terdakwa juga dikenakan denda Rp 50 juta dengan pertimbangan jika tak mampu bayar, maka diganti dua bulan kurungan.

Berbeda dengan terdakwa Hendrik Wijaya. Rekanan dan dirut PT Cahaya Insan Persada.
Hendri divonis lebih tinggi yakni 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta, subsider dua bulan kurungan.

Hakim juga membebankan terdakwa Hendrik membayar uang pengganti kerugian negera senilai Rp 7 miliar lebih.
Jika uang pengganti tak mampu dibayar maka diganti 6 bulan kurungan.
Buyung mengatakan untuk klienya atas putusan itu, ia tidak mengajukan upaya banding. Putusan hukuman 12 bulan itu diterima dan akan dijalani.

Terdakwa terseret  atas  pekerjaan pembangunan Ruang Kelas Belajar (RKB), Asrama Putra dan Asrama Putri Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia (MAN IC) pada Kantor Wilayah Kementrian Agama Prov Sulsel Tahun Anggaran 2015 .

Dimana proyek itu dibangun di Desa Belapunranga Kec Parangloe Kab Gowa, berdasarkan Surat Perjanjian / Kontrak Nomor : 025.04.2.419366/IC/018/2015 Tanggal 13 Oktober 2015, bersama-sama dengan saksi Andi  Muhammad.

 

Baca: ACC Apresiasi Polda Sulsel Menahan Tiga Tersangka Korupsi MAN IC Gowa

Baca: Tjahjo Kumolo Sebut Sulsel Rawan Korupsi, Polda Tunggu Laporan

Baca: Sulsel dan 2 Provinsi Zona Merah Diawasi KPK Rawan Korupsi Ada Stadion Pemda Eh Jadi Milik Pribadi


Terdakwa  dianggap bersama – sama telah mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara Kanwil Kementerian Agama Sulsel. 

Total kerugian negara yang ditimbulkan berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP)  senilai Rp 7.257.363.637. (*)
 

Langganan Berita Pilihan 

tribun-timur.com di Whatsapp 

Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Dapatkan news video terbaru di kanal YouTube Tribun Timur:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved