ACC Apresiasi Polda Sulsel Menahan Tiga Tersangka Korupsi MAN IC Gowa

"Sebenarnya sih bagus, perlu diapresiasi kinerja polisi terkait kasus tersebut, tapi ada hal perlu digaris bawahi," ujar peneliti ACC, Anggareksa.

ACC Apresiasi Polda Sulsel Menahan Tiga Tersangka Korupsi MAN IC Gowa
darul amri/tribun-timur.com
Anggareksa 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aktivis Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi mengapresiasi penyidik Polda Sulsel, soal kasus korupsi MAN IC Gowa.

Pasalnya, Senin (14/1/2019) pagi tadi, penyidik Subdit III Tipikor Ditreskrimsus resmi menahan ketiga tersangka kasus proyek pembangunan MAN IC Gowa.

"Sebenarnya sih bagus, perlu diapresiasi kinerja polisi terkait kasus tersebut, tapi ada hal perlu digaris bawahi," ujar peneliti ACC, Anggareksa kepada tribun timur.

Baca: Beli Honda All New Vario, Dapat Paket Umrah

Baca: Tabrak Motor di Maros, Korban dan Penumpang Mobil Dilarikan ke Rumah Sakit

Baca: Santunan Difabel di Mamasa Bakal Dialihkan ke Program PKH

Kata Anggareksa, diharapkan penyidik Polda agar lebih serius menangani kasus agar segera berkas kasus dilimpahkan ke Kejaksaan Sulsel, untuk disidangkan.

"Ya kasus ini termasuk kasus lama dan masuk dalam data daftar kasus mandek yang di tangani penyidik Polda selama dari 2017 dan 2018," lanjut Anggareksa.

Seperti diketahui, tiga tersangka dalam kasus korupsi pembangunan Madrasah Aliah Negeri Insan Cendikia (MAN IC) ini, telah ditahan di Rutan Mapolda Sulsel.

Penahanan tiga tersangka ini, berawal dari salah satu tersangka yaitu Hendrik Widjayanto, ditahan tim penyidik Polda saat dia di Bandara Sultan Hasanuddin.

Baca: Raih Penghargaan Kinerja Pengurangan Sampah, ini Kata Wali Kota Makassar

Baca: Ketua Fraksi PKB Sayangkan Anggota DPRD Palu Tak Mau Bertemu Korban Likuifaksi Balaroa

Setelah Hendrik ditangkap sebelum dia bersangkat ke Jakarta. Penyidik Subdit III Tipikor langsung memanggil, Andi M. Anshar dan konsultan Alimudin Anshar.

Peran tiga tersangka dalam kasus ini, penyidik menyebutkan Hendrik sebagai rekanan, Andi M. Anshar sebagai PPK, dan Alimudin Anshar sebagai konsultan.

"Jadi setelah Hendrik ditahan, tim kami langsung panggil dua tersangka lainnya, dan ditahan," ungkap Kasubdi III Tipikor Polda Sulsel, Kompol Yudha Wiradjati.(*)

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved