2 Warga Sapuka Pangkep Meninggal Gegara Akses Transportasi ke RSUD Terkendala

Dia menjelaskan bahwa dua pasien ini meninggal lantaran bukan tidak ditangani petugas kesehatan di Puskesmas Sapuka, melainkan karena akses transporta

2 Warga Sapuka Pangkep Meninggal Gegara Akses Transportasi ke RSUD Terkendala
Munjiyah Dirga/Tribun Timur
Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief. 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE- Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief membenarkan dua pasien warga Pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangayya meninggal dunia karena stroke.

Dia menjelaskan bahwa dua pasien ini meninggal lantaran bukan tidak ditangani petugas kesehatan di Puskesmas Sapuka, melainkan karena akses transportasi menuju rumah sakit terkendala.

Ini Delapan Ranperda Bakal Dibahas di DPRD Bantaeng

VIDEO: Begini Suasana Rumah Duka Jenderal TNI (Purn) George Toisutta di Makassar

"Bukan tidak ditangani, mereka di Puskesmas Sapuka menangani dua pasien ini cuma karena tidak ada kapal untuk dirujuk, peralatan di Puskesmas juga tidak sama di RS yang menangani stroke," ujarnya.

Dia menambahkan, puskesmas khusus kepulauan seperti di Liukang Tangayya memang merujuk pasien gawat ke RS terdekat seperti Makassar Sulsel, Lombok NTB.

"Jadi kalau ada gawat itu kita langsung bawa ke RS terdekat di Makassar atau di Lombok NTB," ungkapnya, Rabu (12/6/2019).

Indry saapaan akrabnya juga menyebut pihak kepala puskesmas sudah melayani dua pasien ini dan telah membuatkan rujukan ke RS AL Jala Amari.

"Sudah kita buatkan rujukannya, tapi kendalanya kapal perintis itu tertunda keberangkatannya sampai sekarang tidak beroperasi," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief.
Kepala Dinas Kesehatan Pangkep, dr Indriaty Latief. (Munjiyah Dirga/Tribun Timur)

Dia menyebut, satu pasien, kesadaran menurun dan meninggal di puskesmas sebelum lebaran.

Sementara pasien kedua, meninggal juga setelah lebaran, setelah dirawat 2 hari di puskesmas.

"Masalahnya memang, itu transportasinya. Ibu Kapus dan pihak puskesmas itu sudah mau merujuk tetapi memang mau diapa tidak ada kapal," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved