Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Polisi Sebut Kivlan Zen 'Otak' di Balik Rencana Pembunuhan 5 Tokoh, Ini Pengakuan Tersangka

Nama Kivlan Zen, salah satu loyalis Calon Presiden Prabowo Subianto pun disebut-sebut sebagai 'otak' yang merencanakan pembunuhan tersebut.

Editor: Anita Kusuma Wardana
Tribunnews
Polisi Sebut Kivlan Zen 'Otak' di Balik Rencana Pembunuhan 5 Tokoh, Ini Pengakuan Tersangka 

TRIBUN-TIMUR.COM-Kepolisian Republik Indonesia akhirnya mengungkap salah satu tokoh yang disebut menjadi dalang rencana pembunuhan terhadap lima tokoh dan seorang pimpinan lembaga survei, Selasa (11/6/2019).

Dikutip dari Kompas.com, peran Kivlan Zen  terungkap dari keterangan para saksi, pelaku dan sejumlah barang bukti.

"Berdasarkan fakta, keterangan saksi dan barang bukti, dengan adanya petunjuk dan kesesuaian mereka bermufakat melakukan pembunuhan berencana terhadap 4 tokoh nasional dan satu direktur eksekutif lembaga survei," ujar Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Baca: Purnawirawan yang Diundang Jokowi ke Istana Usai Kivlan Zein & Soenarko Diduga Makar, Bahas Ini

Baca: Seperti Ini Reaksi Mahfud MD atas Penangkapan Eggi Sudjana dan Kivlan Zen, Rekamannya Lengkap

Baca: Diperiksa soal Dugaan Makar, Loyalis Prabowo Kivlan Zein Malah Ditahan Gegara Kasus ini, Kok Bisa?

Detik-detik Wiranto & Kivlan Zein Bertatap Muka Pasca Ribut Dalang Kerusuhan 98, Ekpresi Mukanya!
Detik-detik Wiranto & Kivlan Zein Bertatap Muka Pasca Ribut Dalang Kerusuhan 98, Ekpresi Mukanya! (Instagram @suryoprabowo2011)

Kivlan diduga berperan memberi perintah kepada tersangka HK alias I dan AZ untuk mencari eksekutor pembunuhan.

Kivlan memberikan uang Rp 150 juta kepada HK alias I untuk membeli beberapa pucuk senjata api.

Menurut Ade, setelah mendapatkan 4 senjata api, Kivlan masih menyuruh HK mencari lagi satu senjata api.

Kivlan juga diduga berperan menetapkan target pembunuhan terhadap 4 tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.

Keempat target itu adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menko Maritim) Luhut Binsar Panjaitan, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Sementara, pimpinan lembaga survei yang dijadikan target adalah Yunarto Wijaya.

"KZ (Kivlan Zein) memberikan uang Rp 5 juta pada IR untuk melakukan pengintaian, khususnya target pimpinan lembaga survei," kata Ade.

Baca: Reaksi Moeldoko & Irjen Pol Muhammad Iqbal Saat Dicibir Takut Ungkap Kasus Kivlan Zen di Mata Najwa

Baca: TERUNGKAP! Tersangka Rencana Pembunuhan 4 Jenderal Punya Hubungan dengan Kivlan Zein

Baca: Mantan Kepala BIN Hendropriyono Sarankan Ini untuk Kivlan Zen

Pengakuan Ifansyah

Irfansyah, salah satu tersangka kepemilikan senjata api ilegal mengaku mendapat perintah dari Mayjen (Purn) Kivlan Zen untuk membunuh Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya.

Pengakuan Irfansyah disampaikan lewat rekaman video yang diputar Polri dalam jumpa pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/6/2019).

Jumpa pers itu dilakukan Kepala Divisi Humas Polri Irjen M Iqbal, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjend Sisriadi, dan beberapa pejabat Polri. Irfansyah menjelaskan, pada 19 April 2019, dirinya ditelepon Armi untuk bertemu dengan Kivlan Zen di Masjid Pondok Indah, Jakarta.

Saat itu, Irfansyah tengah berada di pos sekuriti Peruri bersama temannya, Yusuf.

Keesokan harinya, dengan mengajak Yusuf, Irfansyah kemudian menuju Masjid Pondok Indah dengan menggunakan mobil Yusuf.

Setelah menunggu di lapangan Masjid Pondok Indah, Kivlan kemudian datang menggunakan mobil yang dikemudikan sopirnya, Eka.

Saat itu, kata dia, Kivlan sempat shalat terlebih dulu. Setelah itu, Irfansyah dipanggil Armi agar masuk kedalam mobil Kivlan.

Di dalam mobil, kata dia, sudah ada Kivlan sendirian. Irfansyah mengatakan, Kivlan saat itu mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan foto Yunarto dan memberi tahu alamat Jalan Cisanggiri, Kebayoran Baru, Jakarta.

Alamat tersebut adalah kantor Charta Politika Indonesia.

"Pak Kivlan berkata kepada saya, 'coba kamu cek alamat ini. Nanti kamu foto dan videokan'. 'Siap', saya bilang," cerita Irfansyah.

Menurut Irfansyah, Kivlan mengaku akan memberikan uang Rp 5 juta untuk operasional.

"Beliau berkata kalau ada yang bisa eksekusi saya jamin anak dan istrinya serta liburan kemana pun," kata dia.

Kivlan kemudian menyuruh Ifransyah turun dari mobil dan memerintahkan Eka untuk mengambil uang Rp 5 juta untuk Irfansyah.

Setelan menerima uang, Ifransyah kemudian pulang bersama Yusuf. Survei lokasi Keesokan hari pukul 12.00 WIB, Irfansyah mengaku bersama Yusuf mendatangi alamat yang diberikan Kivlan.

Dengan menggunakan ponsel Yusuf, mereka merekam suasana kantor dan memfoto.

"Foto dan video dikirim ke HP saya, saya kirim ke Armi. Armi jawab 'oke mantap'," ujar Irfansyah.

Ifransyah dan Yusuf kembali melakukan survei untuk kedua kali pada keesokkan harinya, juga pukul 12.00 WIB.

Mereka kembali merekam suasana kantor tersebut dan mengirim gambar serta video ke Armi.

"Tapi Armi tidak pernah menjawab lagi," ujarnya.

Setelah itu, keduanya kembali ke pos sekuriti. Mereka menyangka bahwa tugas sudah selesai.

"Sisa uang operasi kami bagi-bagi," ujarnya.

Pada 19 Mei 2019, Irfansyah kemudian ditangkap polisi.(*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Pengakuan Irfansyah, Diperintah Kivlan Zen Bunuh Yunarto Wijaya", https://nasional.kompas.com/read/2019/06/11/16265231/ini-pengakuan-irfansyah-diperintah-kivlan-zen-bunuh-yunarto-wijaya?page=all
Penulis : Abba Gabrillin
Editor : Sandro Gatra

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menurut Polri, Peran Kivlan Zen Menentukan Target hingga Rencana Pembunuhan", https://nasional.kompas.com/read/2019/06/11/15441241/menurut-polri-peran-kivlan-zen-menentukan-target-hingga-rencana-pembunuhan
Penulis : Abba Gabrillin
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved