Beda Pilihan Caleg, 4 Makam Dibongkar di Patene Takalar

Makam keluarga Abdul Rauf Dg Ngampa itu dibongkar karena tidak mendukung calon legislator (Caleg) Gerindra berinisial BT.

Beda Pilihan Caleg, 4 Makam Dibongkar di Patene Takalar
handover
Sedikitnya empat makam berusia puluhan tahun di Lingkungan Pangkarode, Kelurahan Patene, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, dibongkar karena persoalan dukungan di pemilihan legislator (Pileg) 2019. 

TRIBUNTAKALAR.COM, POLONGBANGKENG SELATAN - Sedikitnya empat makam berusia puluhan tahun di Lingkungan Pangkarode, Kelurahan Patene, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, dibongkar karena persoalan dukungan di pemilihan legislator (Pileg) 2019.

Makam keluarga Abdul Rauf Dg Ngampa itu dibongkar karena tidak mendukung calon legislator (Caleg) Gerindra berinisial BT.

Pembongkaran makam itu atas perintah istri BT.

Abdul Rauf terpaksa membongkar makam keluarganya itu dan memindahkannya tak lahan yang tak jauh dari lokasi sebelumnya.

Baca: Wabup Takalar Minta Tertibkan Tambang Ilegal

Baca: Takalar Aman, AKBP Alamsyah Puji Personelnya

"Empat kuburan keluarga saya dipindahkan karena saya tidak memilih pemilik lahan pemakaman," ujar Abdul Rauf kepada Tribun, Selasa (11/6/2019).

Pimpinan Ranting Partai Golkar di Kelurahan Patene itu menyebutkan, keluarganya ikhlas membongkar makam orangtua, istri dan saudaranya tersebut.

"Saya ikhlas makam keluarga dibongkar karena tidak mungkin saya beralih pilihan walaupun adik saya Muh Rusli Dg Ronrong berada di Partai Gerindra," ucap Abdul Rauf.

Camat Polongbangkeng Selatan Baharuddin Dg Limpo telah menerima laporan tersebut.

"Mereka tidak melapor terlebih dahulu untuk lakukan pembongkaran makam. Seandainya mereka melapor terlebih dahulu, pemerintah bisa menjadi penengah, berikan saran ataupun masukan pada persoalan ini," jelasnya.

Baca: Oppo di DPRD Takalar, Ini Profil Husniah Rachman Dg Tayu

Baca: Bawaslu Takalar Gelar Sidang Putusan Dugaan Pelanggaran Pemilu 2019, Ini Hasilnya

Menurutnya, hal itu sangat tidak patut untuk dilakukan karena orang yang sudah meninggal tidak perlu lagi diseret dengan urusan dunia.

"Saya berharap hal ini tidak lagi terjadi untuk kedua kalinya," tutur Baharuddin.

Caleg BT membantah telah memerintahkan pembongkaran makan keluarga Abdul Rauf Dg Ngampa.

"Saya tidak pernah suruh hal seperti itu. Saya juga tidak kenal dengan orang-orang yang membongkar makan itu," ucap BT.(tribuntakalar.com)

Penulis: Darullah
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved