Sebelum Nekat Ledakkan Diri di Pos Polisi Kartasura, Inilah Profesi yang Digeluti Pelaku Sebelumnya
Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memgatakan, terduga pelaku diketahui berinisial RA yang juga merupakan warga setempat.
Wawan mengatakan, biasanya pola seperti ini menggunakan pola hide and run, dengan mencari waktu "lelah" ketika tidak bersiaga.
"Dincar dimana titik lelah, misalnya tengah malam. Jadi itu waktunya orang lelah, mereka masuk, tapi sistemnya hide and run dan jadi mana keamanannya yang kurang dan surut karena efek lelah. Tapi meski dalam lelah, aparat siaga dan menjaga kemungkinan dari serangan reguler, alternatif, atau emergency," ujar Wawan.
Wawan mengatakan, pola-pola yang terjadi di pos polisi Sukoharjo merupakan pola berulang.
Di Sukoharjo, kata Wawan, merupakan zona merah dan kuning yang patut diwaspadai dari ancaman terorisme.
"Wilayah ini garis kuning dan merah, sehingga ada suatu upaya untuk dipersempit geraknya. Mereka melakukan upaya penghilangan jejak, mencari tempat berlindung baru, dan cover-cover baru setelah teman mereka tertangkap," ujar Wawan.
Sebelumnya, ledakan yang diduga bom bunuh diri terjadi di pos polisi Tugu Kartasura milik Polres Sukoharjo, Senin (3/6/2019) pukul 23.00 WIB.
Seorang pria yang diduga pelaku bom bunuh diri mengalami luka parah di lokasi dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.
Profesi Pelaku
Pihak keluarga pelaku bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6/2019) malam, menyebutkan bahwa pelaku seorang pendiam dan jarang bersosialisasi.
Hal itu diungkapkan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo saat konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa.
Pelaku diketahui berinisial RA, berusia 22 tahun, dan memiliki pekerjaan sebagai penjual gorengan.
"Kalau (kata) ayah dan kakak pelaku, memang pelaku lebih banyak memiliki kecenderungan sifat pendiam. Jarang melakukan komunikasi dan bersosialisasi," kata Dedi.
Dedi juga mengungkapkan bahwa RA tak selalu berpamitan dengan keluarganya saat ingin pergi.
RA tidak berpamitan kepada keluarganya sebelum melancarkan aksinya semalam.
"Keluar juga kadang pamit, kadang tidak. Kejadian bom bunuh diri kemarin itu tidak pamitan hanya keluar dengan sepeda motor ke mana enggak tahu. Tiba-tiba terjadi ledakan di pos polisi," kata Dedi.