Peringati Hari Lahirnya Pancasila, Ini Dilakukan Pemuda Takalar

Acara diskusi ini digelar di Warkop Inimo Kalampa, Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sabtu (1/6/2019) malam.

Peringati Hari Lahirnya Pancasila, Ini Dilakukan Pemuda Takalar
darullah / tribun timur
Yardi kiri dan Barnadi tengah (songkok hitam) memeriahkan acara diskuri Pemuda Kabupaten Takalar, Sabtu (1/6/2019) 

TRIBUNTAKALAR.COM, TAKALAR - Pemuda Takalar, menggelar diskusi dalam rangka Hari Lahirnya Pancasila.

Tema diskusi ialah, "Revolusi Industri ke-4".

Bulan Ramadan, Komunitas Scooterist Jeneponto Berbagi Pabuka

Laznas BMH salurkan 2000 Paket Fitrah, Ini Sasarannya

Acara diskusi ini digelar di Warkop Inimo Kalampa, Kelurahan Bajeng, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sabtu (1/6/2019) malam.

Pelaksanaan acara ini dihadiri oleh Ketua KNPI Kabupaten Takalar, Yardi. Dosen Pendidikan Sastra Kabupaten Takalar, Barnadi Zakaria, dan Produser Film dari kalangan pemuda Takalar, Bang Amin.

Ketua KNPI Kabupaten Takalar Yardi, memaparkan tentang pemuda kreatif dijaman digital yang pada zaman ini sangat monumental, dan merusak para generasi bangsa, yang kesehariannya hanya disibukkan dengan main game.

Bukan memanfaatkan waktunya untuk mendapatkan sebuah kegiatan positif, yang bisa menghasilkan minimal buat dirinya sendiri.

"Jangan sampai waktu kita terbuang begitu saja, dan menghabiskan uang orang tua. Dalam hal ini, bagaimana supaya bisa manfaatkan waktu sebaik mungkin, dan kita tidak tergolong orang yang rugi dengan berlalunya waktu tersebut," ujar Yardi

Sementara Barnadi Zakaria, membicarakan tentang pandangan filosof yang bercerita tentang kerajaan yang melahirkan seorang pemuda yang mempunyai keberanian dan nyali yang kuat.

"Sehingga pemuda tersebut mampu menghadap sang maharaja untuk menyampaikan sebuah kebenaran, yang pada akhirnya sang Maharaja meneteskan air matanya dan memenuhi permintaan pemuda tersebut," bebernya.

Lanjutnya, dari kisah tersebut kita bisa mengambil sudut pandang bahwasanya, semua apa yang kita anggap tidak bisa tampa memperjuangkan adalah kebodohan.

"Terkait dengan industri kreatif ke-4 itu, adalah sebuah peraturan yang ada dan di kenal dengan dua hal, yaitu industri kreativitas dan industri pengetahuan,'' tutur Barnadi.

Lembaga Amin Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) menyalurkan 2.000 paket berkah fitrah.
Lembaga Amin Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (Laznas BMH) menyalurkan 2.000 paket berkah fitrah. (fahrizal / tribun timur)

Diskusi ini di hadiri 100 orang pemuda kabupaten Takalar, dari berbagi unsur, mulai dari organisasi kepemudaan sampai dengan para pemuda yang berhasil di bidangnya seperti produser film dan lainnya.

Laporan wartawan TribunTakalar.com, Darullah, @uul_darullah.

Padatnya Pengunjung Berburu Baju Lebaran di Karebosi Link

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) @nurdin.abdullah, mengunjungi tiga mega proyek yang ada di Kabupaten Luwu Utara.

Penulis: Darullah
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved