Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Kini Dikontrak Inter Milan Tiga Tahun, Siapa Antonio Conte? Ini Profilnya
Hingga atas prestasinya ia menjadi pelatih terkenal dan diperebutkan berbagai club sepak bola dunia.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
Dia kemudian ditunjuk sebagai manajer dari klub Serie B, Arezzo pada Juli 2006.
Namun pada tanggal 31 Oktober 2006 ia dipecat setelah serangkaian hasil mengecewakan.
Conte kembali melatih Arezzo pada tanggal 13 Maret 2007, setelah pelatih sebelumnya gagal.
Dalam masa kepelatihannya yang kedua di Arezzo, Conte sempat membawa Arezzo menang lima kali beruntun dan meraih 19 poin dari 7 pertandingan dan sempat memberi harapan kepada klub asal Tuscan tersebut untuk lolos dari jurang degradasi.
Namun Conte gagal meloloskan Arezzo dari degradasi di pekan terakhir, dan klub tersebut turun ke Serie C1, dengan selisih 1 poin atas peringkat aman Spezia.
Bari
Pada bulan Desember 2007 ditunjuk Bari untuk menggantikan Giuseppe Materazzi pada paruh kedua musim Serie B 2007-2008.
Conte mengawali musim dengan baik, dengan membawa Bari yang terancam degradasi menjadi tim papan tengah di Serie B.
Pada musim 2008-2009, Conte berhasil mengantar Bari menjadi juara Serie B yang kemudian membuat klub tersebut promosi ke Serie A untuk musim 2009-2010.
Pada Juni 2009, setelah berminggu-minggu diterpa rumor yang menghubungkannya untuk peran kepelatihan di Juventus, Conte setuju pada prinsipnya untuk menerima perpanjangan kontrak di Bari untuk musim baru.
Namun pada 23 Juni 2009 Bari mengumumkan telah memutus kontrak dengan Antonio Conte dengan kesepakatan bersama.
Setelah Claudio Ranieri dipecat Juventus, Conte kembali diisukan akan kembali ke Juventus sebagai pelatih.
Namun, "Si Nyonya Tua" saat itu lebih memilih Ciro Ferrara sebagai manajer tim utama sebagai pengganti Ranieri.
Beberapa saat sebelum Ferrara terpilih, Conte sempat menyatakan bahwa ia mungkin saja akan kembali ke Juventus namun itu jika ia sudah siap menerima tanggung jawab besar sebagai pelatih tim papan atas.
Atalanta
Pada 21 September 2009 Atalanta menunjuk Conte sebagai pelatih menggantikan Angelo Gregucci.
Setelah awal musim yang baik, tim Atalanta besutan Conte mulai menemukan krisis di bulan November yang kemudian menyebabkannya diprotes oleh sebagian tifosi Atalanta.
Conte juga bahkan sempat bermasalah dengan para ultras resmi klub.
Pada tanggal 6 Januari 2010, Conte berulang kali diolok-olok oleh fans Atalanta dalam pertandingan kandang melawan Napoli yang berakhir pada kekalahan 0-2 atas tim tamu.
Satu grup kepolisian sempat diturunkan kelapangan beberapa detik usai pertandingan untuk menghalau fans yang mencoba mengkonfrontasi Conte.
Hari berikutnya, Conte menyatakan pengunduran dirinya dari jabatan pelatih dan meninggalkan klub Bergamo tersebut di posisi 19 klasemen.
Siena
Conte diangkat sebagai pelatih kepala baru Siena di bulan Mei 2010 dengan harapan bisa membawa klub tersebut promosi ke Serie A.
Conte berhasil melakukan tugasnya dengan baik dan sukses membawa Siena promosi ke Serie A musim 2011-2012 setelah finis di posisi kedua klasemen akhir.
Juventus
Bulan Mei 2011, direktur teknik Juventus, Giuseppe Marotta mengumumkan bahwa Antonio Conte akan kembali ke Juventus dengan posisi sebagai pelatih kepala menggantikan Luigi Delneri yang gagal membawa juventus Juara Liga Italia dan ke kompetisi eropa karena hanya finish di posisi 7 klasemen akhir seri A 2011.
Conte diikat kontrak oleh Juventus selama dua musim sampai akhir musim 2012-2013.
Karena menjadi pemain Juventus di sebagian besar kariernya, Conte dicintai oleh pendukung setia Bianconeri.
Ia pun disambut dengan meriah oleh para Juventini saat hari penandatanganan kontraknya.
Debut resmi Conte sebagai pelatih Juventus di Serie A di mulai pada tanggal 11 September 2011.
Ia langsung mendapat kemenangan pertamanya dengan mengalahkan Parma 4-1 di Juventus Stadium.
Pada 18 September 2011 Conte berhasil mengalahkan tuan rumah yang juga mantan klub asuhannya, Siena dengan skor 0-1.
Pada tanggal 25 Oktober 2011 yang juga merupakan pekan kesembilan, Juventus berhasil menang 2-1 melawan ACF Fiorentina.
Juve pun mantap berada di posisi teratas klasemen sepanjang sembilan pekan, yang pertama dan terlama sejak musim 2005-06 saat dilatih Fabio Capello.
Kemenangan tandang di Lecce pada tanggal 8 Januari 2012 membuat sejarah baru bagi Conte dan Juventus yang tidak terkalahkan sepanjang 17 pertandingan dan menyamai catatan lama Juve di musim 1949-1950.
Sempat ditahan imbang melawan Cagliari dengan skor 1-1, Juve memastikan gelar juara paruh musim usai mengalahkan tuan rumah Atalanta 0-2 dan menutup paruh pertama musim dengan raihan 11 kemenangan dan 8 kali imbang.
Terlepas dari banyaknya hasil imbang yang diraih Conte bersama Juve selama musim 2011-2012, ia tetap mendapatkan pujian dari beberapa mantan pemain dan pelatih sepak bola Italia dan membandingkannya dengan pelatih Real Madrid Jose Mourinho.
Conte dinilai sukses mengembangkan reputasi seperti Mourinho yang selalu haus akan kemenangan dan kemampuannya menjalin komunikasi dengan para pemainnya.
Berbeda dengan Mourinho yang cenderung hati-hati dan memainkan sepak bola negatif, Conte lebih suka bermain menyerang dengan formasi 4-3-3 dan 3-5-2 yang menjadi formasi paling sering digunakan dalam era Conte di Turin.
Pada tanggal 6 Mei 2012, Antonio Conte berhasil mengantarkan Juventus meraih Scudetto ke-28 (atau ke-30 secara keseluruhan) usai mengalahkan Cagliari 2-0 dengan satu pertandingan tersisa.
Conte pun mencatat beberapa rekor di musim debutnya menangani Juventus, diantaranya rekor tidak terkalahkan sampai pekan terakhir Liga Italia (tim pertama italia sejak Musim Kompetisi Serie A yang berjumlah 20 club / 38 pekan ), melaju ke final Coppa Italia (pertama sejak Marcello Lippi di 2004) dan mengalahkan Inter Milan dua kali dalam Derby D'Italia (pertama sejak Fabio Capello di 2005-06).
Satu-satunya kekalahan yang Conte alami di musim 2011-12 adalah saat dikalahkan Napoli 2-0 dalam final Coppa Italia.
Di Ajang Piala Super Italia yang diadakan di stadium "Bird Nest"- Beijing 11 Agustus 2012, conte mempunyai andil mempersembahkan trofi yang ke-5 sepanjang sejarah juventus setelah mengalahkan Napoli dengan skor 4-2 melalui perpanjangan waktu 2x15 menit.
Karena skor kedua tim imbang 2-2 di waktu normal pertandingan ( 90 Menit ).
Walaupun dia tidak bisa menemani dan memimpin tim selama pertandingan dan di gantikan oleh direktur teknis primavera massimo carrera, yang dikarenakan skorsing.
Selama 10 bulan yang diberikan oleh pengadilan atas kasus scommessopoli yang melibatkan conte sewaktu menangangani siena.
Kontroversi
Pada akhir musim Serie A 2011-2012 Antonio Conte dituduh terlibat dalam kasus pengaturan skor di Liga Italia Serie B musim 2010-11 (yang kemudian dikenal dengan istilah scommessopoli) oleh mantan anak asuhnya di klub Siena, Filippo Carobbio.
Berbekal penuturan ini, polisi Italia kemudian menggelar investigasi mendalam, termasuk menggeledah rumah Conte untuk menemukan bukti-bukti terkait kasus ini.
Conte sendiri membantah keras perihal keterlibatan dirinya dalam kasus scommessopoli, meskipun presiden Juventus, Andrea Agnelli mempersilakan pihak berwajib untuk menginvestigasi dan mengusut tuntas siapa saja yang terlibat dalam kasus tersebut.
Satu Musim Baru Antonio Conte Resmi bergabung dengan Raksasa London yaitu Chelsea FC Conte diharapkan sukses di The blues dan memberikan gelar juara di Liga Inggris.
Data diri:
Nama: Antonio Conte
Lahir: Lecce, Italia, 31 Juli 1969
Tinggi: 1,78 m (5 ft 10 in)
Posisi bermain: Gelandang
Istri: Elisabetta Muscarello (m. 2013)
Anak: Vittoria Conte
Orangtua: Ada Briamo (Ibu)
Cosimino Conte (Ayah)
Prestasi dan penghargaan:
Sebagai pemain:
Juventus
Serie A (5): 1995, 1997, 1998, 2002, 2003
UEFA Champions League (1): 1996
UEFA Cup (1): 1993
UEFA Intertoto Cup (1): 1999
Piala Interkontinental (1): 1996
UEFA Super Cup (1): 1996
Piala Italia (1): 1995
Supercoppa Italiana (4): 1995, 1997, 2002, 2003
Sebagai pelatih:
Bari
Serie B (1): 2008-2009
Juventus
Serie A (3): 2012, 2013, 2014
Piala Super Italia: 1 ( 2012)
Piala Italia: Runner Up (2011–2012)
Chelsea
English Premier League : 1 (2016–2017)
FA Cup.png FA Cup : 1 (2017–2018)
Runners–up : 2016–2017
Sumber berita:http://medan.tribunnews.com/2019/06/01/antonio-conte-jadi-pelatih-termahal-di-liga-italia-dikontrak-selama-tiga-tahun
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/conteche_20160717_114946.jpg)