Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PSM Makassar

Tak Ada Pilihan! PSM Makassar Harus Menang Demi Lolos Zona Degradasi

Catatan minor harus dihentikan PSM Makassar saat bersua Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur

Tayang:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sudirman
Tribun-timur.com/Ist
KONSISTEN PSM - Bek PSM Makassar Aloisio Soares mendapat pengawalan dari striker Bhayangkara Lampung FC Henri Doumbia pada pekan 31 Super League 2025/2026 di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (4/5/2026). Konsistensi PSM Makassar di jalur kemenangan diuji Arema FC. 

Ringkasan Berita:
  • PSM Makassar menghadapi ujian konsistensi saat melawan Arema FC di pekan ke-32 Super League 2025/2026. 
  • Tim Juku Eja kerap gagal menjaga tren kemenangan karena setelah menang biasanya diikuti hasil seri atau kalah.
  • Padahal, kemenangan di laga ini sangat krusial untuk menjauh dari zona degradasi.
  • Saat ini PSM Makassar berada di peringkat 13 dengan 34 poin, unggul tujuh angka dari Persis Solo di zona degradasi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Konsistensi di jalur kemenangan menjadi ujian PSM Makassar menghadapi Arema FC pekan 32 Super League 2025/2026.

PSM Makassar kesulitan menjaga tren kemenangan.

Ketika menang, hasil pertandingan selanjutnya seri atau kalah. Situasi seperti ini berulang.

Catatan minor harus dihentikan PSM Makassar saat bersua Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (9/4/2026) pukul 16.30 Wita.

Apalagi, konsistensi meraih tiga poin di laga ini menjadi kunci bagi PSM Makassar terbebas dari jurang degradasi.

Klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel) bertengger di peringkat 13 dengan 34 poin.

Selisih tujuh poin dari tim teratas zona degradasi Persis Solo.

Jika menaklukkan Arema FC, PSM Makassar dipastikan tetap tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.

Baca juga: Nilai Pasar Luka Cumic, Striker Cadangan yang Selalu Jadi Pahlawan Kemenangan PSM Makassar

Tambahan tiga poin membuat mereka membukukan 37 poin.

Torehan poin ini tak bisa dilewati Persis Solo.

Lantaran poin maksimalkan dibukukan Laskar Sambernyawa jika sapu bersih tiga laga sisa dengan kemenangan hanya 36 poin.

Pengamat Sepak Bola Syamsuddin Umar menyebut, hasil akhir kerap tak selalu sejalan dengan performa di lapangan.

Tim yang bermain bagus belum tentu menang, sebaliknya permainan kurang maksimal justru bisa berujung tiga poin.

Hal inilah yang menjadi perhatian PSM Makassar saat ini.

Fokus utama tim kini bukan lagi soal permainan indah, melainkan bagaimana mengamankan poin di setiap pertandingan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved