Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilpres 2019

Kalah Lagi dari Jokowi, Inilah Perjalanan Politik Prabowo Sejak 2004, Bagaimana Peluangnya di 2024?

KPU menyatakan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin unggul dari pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Editor: Anita Kusuma Wardana
tribunnews
Kalah Lagi dari Jokowi, Inilah Perjalanan Politik Prabowo Sejak 2004, Bagaimana Peluangnya di 2024? 

TRIBUN-TIMUR.COM-Komisi Pemilihan Umum atau KPU telah mengumumkan hasil rekapitulasi tingkat nasional Pemilu Presiden atau Pilpres 2019, Selasa (21/5/2019).

Dari hasil rekapitulasi tersebut, KPU menyatakan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin unggul dari pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Sama seperti pada Pilpres 2014, Prabowo Subianto kalah dari Joko Widodo.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin meraih 85.607.362 atau 55,50% sedangkan Prabowo, yang berpasangan dengan Sandiaga Uno meraih 68.650.239 atau 44,50% suara.

Baca: PNS Siap-siap Dipecat Kalau Ikut Aksi Demo Hari Ini 22 Mei 2019, Kalau ke Jakarta Langsung Dicopot

Baca: SBY Dukung Penuh Jokowi & Maruf Amin, Ini Tanggapannya soal Prabowo Gugat ke MK, Cek Pidato Lengkap

Baca: Biasanya Kalem Sandiaga Mendadak Lantang: Saya di Samping Pak Prabowo hingga Titik Darah Penghabisan

Capres RI nomor urut 02, Prabowo Subianto didamping tim pemenangannya saat menyampaikan klaim menang di Pilpres 2019.
Capres RI nomor urut 02, Prabowo Subianto didamping tim pemenangannya saat menyampaikan klaim menang di Pilpres 2019. (KOMPAS TV)

Langkah ini seperti ulangan dari Pemilu 2014 ketika Prabowo juga menolak hasil pemilu dan mengajukan gugatan serupa.

Lawannya ketika itu adalah Joko Widodo yang berpasangan dengan Jusuf Kalla.

Dalam pelaksanaan pemilu tahun ini, Prabowo mengklaim "telah terjadi kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif".

Beberapa pengamat mengatakan dengan beda sekitar 16 juta, tanpa bukti kuat kecil kemungkinan Prabowo menang di Mahkamah Konstitusi.

2004

Prabowo Subianto berasal dari keluarga terkemuka.

Ayahnya, Soemitro Djojohadikusumo adalah seorang menteri pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Ia juga menikahi Titik Hediyati, anak dari Presiden Soeharto pada tahun 1983, dan bercerai pada tahun 1998.

Prabowo, lulusan Akabri tahun 1974 ini, sempat menjabat berbagai posisi penting dalam karier militernya, termasuk menjadi komandan jendral Kopassus dan panglima Komando Cadangan Strategis (Kostrad) yang sempat dijabat pula oleh Soeharto.

Sesudah reformasi 1998, langkah Prabowo untuk menjadi presiden tercatat pertama kali menjelang pemilihan umum 2004.

Ketika itu Prabowo mencoba untuk maju menjadi presiden melalui Partai Golkar dengan mengikuti konvensi.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved