Hasil UNBK Sulbar Urutan Terakhir,Kadis Pendidikan Malah Anggap Prestatasi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar Arifuddin Toppo, justru anggap itu adalah prestasi.

Hasil UNBK Sulbar Urutan Terakhir,Kadis Pendidikan Malah Anggap Prestatasi
nurhadi/tribunmamuju.com
Kepala Dinas Pendidikaan dan Kebudayaan Arifuddin Toppo saat ditemui usai rapat di gedung DPRD Sulbar beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menempatkan Sulbar berada paling bawah diantara semua provinsi di Indonesia.

Meski begitu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar adalah sebuah prestasi, menilai pencapaian yang diraih masih dapat disyukuri, meskipun berada paling bawah di antara provinsi lain.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulbar Arifuddin Toppo, justru anggap itu adalah prestasi.

Kata dia, untuk UNBK SMK sudah sangat bagus di Sulbar dan mendapat apresiasi dari Kementerian.

Bandingkan! Jawaban Quraish Shihab & Ustadz Abdul Somad Soal Mana Lebih Dulu Adam atau Manusia Purba

Sapi Bali Dicuri, Stasiun Karantina Pertanian Parepare Deteksi Pelaku

"Karena tahun ini kita sudah bisa melaksanakan UNBK untuk semua sekolah SMK. Jadi tidak ada lagi yang manual makanya kita dapat apresiasi," kata Arifuddin, kemarin.

Arifuddin menambahkan, pihaknya juga tidak bisa menepis dengan hasil pencapaian UNBK SMK tahun ini yang berada diurutan paling bawah dengan provinsi lainnya di Indonesia.

"Jika orang mengatakan ilmu pengetahuan itu penting, tetapi lebih utama itu adalah kejujuran. Pada waktu penyerahan nilai, Alhamdulillah Sulbar tidak ada satupun yang berkasus kaitannya dengan peserta UNBK berarti itu menandakan tingkat kejujuran kita sangat bagus," ujarnya.

Arifuddin juga menyampaikan pihaknya akan mengevaluasi kembali letak permasalahan sehingga berada dipaling terendah UNBK SMK tahun ini.

Terutama 3 mata pelajaran yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Ingris, dan Metematika.

"Tentu kita akan mencari titik masalahnya apakah memang karena kekurangan guru atau guru yang mengajar bukan berkualifikasi tentu semua itu kita akan liat," ungkap Arifuddin.

Medis Belum Ungkap Nama Penyakit yang Jangkiti Warga Garonggong Bangkala Barat Jeneponto

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved