Penyelenggara Pemilu yang Meninggal di Maros Dapat Santunan?

Bukan hanya drop hingga dilarikan ke rumah sakit, namun dua orang penyelanggara Pemilu di daerah berjuluk Butta Salewangang itu, dilaporkan meninggal

Penyelenggara Pemilu yang Meninggal di Maros Dapat Santunan?
amiruddin/tribuntimur.com
Ketua KPU Maros, Syamsu Rizal Dok Tribun Timur 

TRIBUN-MAROS.COM, MANDAI - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Syamsu Rizal mengatakan sejumlah penyelenggara Pemilu di Maros, "tumbang" gegara diduga kelelahan.

Bukan hanya drop hingga dilarikan ke rumah sakit, namun dua orang penyelanggara Pemilu di daerah berjuluk Butta Salewangang itu, dilaporkan meninggal dunia.

Syamsu Rizal menyebut, penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia bakal mendapatkan santunan, termasuk di Maros.

"Iya, akan diberikan santunan. Itu sesuai dengan Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan KPU RI," kata Syamsu Rizal, kepada tribun-maros.com, Jumat (17/5/2019) petang.

FOTO: Dialog Ramadan Berkah di Masjid Al Markaz

Mahasiswa Program Profesi Dokter FK UMI Bersama RS Ibnu Sina Gelar Bakti Sosial dan Buka Bersama

Santunan tersebut, diketahui tengah diproses KPU Maros.

Termasuk berkoordinasi dengan KPU Provinsi Sulsel.

Syamsul menambahkan, seorang penyelenggara pemilu yang meninggal sebelum Pemilu.

Seorang lagi meninggal pasca Pemilu serentak digelar Rabu, 17 April lalu.

"Seorang PPS meninggal sebelum pencoblosan, dan seorang KPPS meninggal pasca pencoblosan," ujarnya.

Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang meninggal tersebut, diketahui bernama Muh Ikhsan asal Kecamatan Bantimurung.

 Buka Puasa di Sidrap, Wagub Sulsel Blak-blakan Soal Zakat

Halaman
12
Penulis: Amiruddin
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved