Bandar Narkoba di Sidrap Punya Mobil dan Rumah Mewah, Aset Puluhan Miliar

Bandar narkoba asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan ternyata punya aset puluhan miliar dalam bentuk kendaraan bermotor dan properti.

Bandar Narkoba di Sidrap Punya Mobil dan Rumah Mewah, Aset Puluhan Miliar
HO
Mobil yang serupa dimiliki bandar narkoba di Sidrap, H Agus Sulo dan Sutra. 

PANGKAJENE, TRIBUN-TIMUR.COM - Bandar narkoba asal Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan ternyata punya aset puluhan miliar dalam bentuk kendaraan bermotor dan properti.

Aset tersebut diduga kuat merupakan hasil pencucian uang (money laundering) dari bisnis barang haram.

Aset properti sebagian digunakan untuk menjalankan usaha lain.

Baca: Pernah Diendorse Rocky Gerung Ponakan Prabowo Subianto Gagal ke DPR, Siapa Kamrussamad yang Lolos?

Baca: Kabar Buruk, Dikenal Kaya Raya Hotman Paris Sudah Divonis Kena Penyakit Ganas dan Bahas Warisan Anak

Baca: Hasil Penghitungan Resmi KPU - Suara 30 Provinsi Selesai Masih Bisakah Prabowo Kejar Suara Jokowi?

Baca: Hasil Real Count Suara Partai di KPU, PDIP No 1, Golkar-Gerindra, PKB Salip Nasdem, PKS Geser PAN

Sementara, aset kendaraan bermotor berupa mobil mewah merek Honda, Mini, dan Lexus.

Sebelumnya, pada Kamis (16/5/2019) siang, tim dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek rumah pasangan suami-istri bandar narkoba H Agus Sulo (34) dan Sutra (25), di Kelurahan Lalabata, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan.

Penggerebekan ini merupakan tindak lanjut pengembangan kasus narkoba yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

"Memang ada pengembangan kasus oleh anggota BNN provinsi dan pusat, kebetulan di wilayah hukum Polsek Panca Rijang Sidrap," kata Kapolsek Pancarijang, AKP Erwin Surahman, Kamis.

Dari penggerebekan dalam suasana bulan suci Ramadhan yang dipimpin Kompol SF Aritonang dari BNN, petugas menangkap H Agus Sulo dan Sutra.

Penangkapan H Agus Sulo dan Sutra berdasarkan keterangan Syukur (25) yang sebelumnya ditangkap di rumahanya, di Desa Bulo, Pancarijang.

"Tersangka Lagu berperan sebagai bos narkotika dari S (Syukur). Sementara S adalah kaki tangannya yang berperan menjual dan mendistribusikan barang haram," kata Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari dalam siaran pers BNN, Sabtu (18/5/2019)

Halaman
123
Penulis: Gusnadi
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved