Soal Gerakan People Power, Ini Tanggapan Ketua DPRD Tana Toraja
People Power atau Pengarahan Massa untuk mempengaruhi kebijakan publik saat ini menjadi topik kontroversi.
Penulis: Tommy Paseru | Editor: Suryana Anas
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE--People Power atau Pengarahan Massa untuk mempengaruhi kebijakan publik saat ini menjadi topik kontroversi.
Banyak yang menentang, ada juga yang membela dengan alasan people power sah-sah saja untuk dilakukan atas nama demokrasi.
Ketua DPRD Tana Toraja, Welem Sambolangi sendiri menolak kegiatan atau aksi-aksi people power.
Baca: BPJS Ketenagakerjaan Toraja Utara Serahkan Santunan Kecelakaan Kerja Senilai Rp 754 Juta
Baca: Bawaslu Toraja Utara Tak Proses Laporan Caleg PDIP, Ini Alasannya
Baca: Ramadan ke-10, Ini Penceramah Tarwih di Masjid Agung Rantepao Toraja Utara
Welem mengatakan situasi pasca pemilu di Tana Toraja tetap Kondusif.
"Mulai dari KKPS, PPK, KPU Kabupaten dan semua elemen masyarakat sudah menerima," ucap Welem.
Welem menghimbau agar semua elemen masyarakat bersama-sama menjaga ketertiban serta keamanan Tana Toraja.
"Mari kita jaga kesejukan yang sudah ada, bukan hanya sampai tanggal 22 Mei, tapi mari kita terus menjaga suasana sejuk yang sudah tercipta," ungkap Welem.
Welem juga berharap kepada semua pemangku kepentingan, semua Tokoh masyarakat dan elit-elit politik, agar tetap menjaga situasi dan kondosi yang sampai hari ini pasca pemilu tetap sejuk.
"Kondisi baik, situasi baik, suasana damai pasca pemilu, kan itu juga hal yang baik untuk masyarakat Toraja sendiri," tutup Ketua DPRD Kabupaten Tana Toraja, Welem Sambolangi.
Laporan Wartawan TribunTimur.Com,@b_u_u_r_y
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:
Follow juga Instagram Tribun Timur: