Bawaslu Toraja Utara Tak Proses Laporan Caleg PDIP, Ini Alasannya

Pelapor adalah pihak Calon Anggota DPRD Provinsi Sulsel Dapil X Partai PDI Perjuangan, Marten Sorreng, dan terlapor yaitu ketua dan Anggota KPPS.

Bawaslu Toraja Utara Tak Proses Laporan Caleg PDIP, Ini Alasannya
risnawati
Sidang penetapan atas penanganan pelanggaran administrasi Pemilu 2019 di kantornya, Jalan Emmy Saelan, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Rabu (15/5/2019) 

TRIBUNTORAJA.COM, RANTEPAO - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Toraja Utara, menggelar sidang penanganan pelanggaran administrasi Pemilu 2019, di kantor Bawaslu, Jl. Emmy Saelan, Kecamatan Rantepao, Toraja Utara, Sulsel, Rabu (15/5/2019) siang.

Pelapor adalah pihak Calon Anggota DPRD Provinsi Sulsel Dapil X Partai PDI Perjuangan, Marten Sorreng, dan terlapor yaitu ketua dan Anggota KPPS di 24 TPS.

Baca: PSM ke Semifinal Piala AFC 2019, Bek Persija Steven Paulle: Lawan Mereka Lebih Mudah Ketimbang Kami

Baca: Penyaluran Dana Stimulan di Parigi dan Donggala Bermasalah, Aktivis Protes

24 Tempat Pemungutan Suara (TPS) terdapat di beberapa Lembang (Desa)/Kelurahan di Kecamatan Rindingallo.

Pembacaan putusan sidang dipimpin Ketua Bawaslu Toraja Utara Andarias Duma, dan Anggota Gabriel Rumbayan dan Arifin S.

Diputuskan laporan pelanggaran administrasi pemilu dengan nomor register 0007/ADM/LP/PL/Kab/27.21/V/2019 tidak diterima, dihentikan dan tidak dapat ditindaklanjuti dengan sidang pemeriksaan.

Putusan tersebut diperketat karena melewati tujuh hari kerja sejak diketahui atau daluwarsa, sesuai yang tertuang pada pasal 454 ayat 6 Undang-undang RI nomor 7 tahun 2017.

Tanggal 25 April 2019 ditemukan pelanggaran pemilu oleh pelapor, dan kemudian melaporkan ke Bawaslu tanggal 2 Mei 2019.

"Kesimpulan dari Bawaslu yaitu, laporan pelapor memenuhi syarat. Namun tidak memenuhi syarat materil laporan, karena dilaporkan ke Bawaslu saat melewati tenggang waktu yang ditentukan," ucap Andarias Duma.

Maka, tidak dapat diterima dan diketuk palu tanda sidang pembacaan putusan pengajuan selesai dan ditutup.

Suadana di Masjid Besar Al Abrar Gunungsari Baru , Jl Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (15/5/2019) malam.
Suadana di Masjid Besar Al Abrar Gunungsari Baru , Jl Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (15/5/2019) malam. (Muslimin Emba/ Tribun Timur)

Saksi dari pihak pelapor yang hadir yaitu Ferdy Tandungan dan kawan-kawan tidak menerima sidang tersebut, karena keberatan atas Bawaslu Toraja Utara yang tidak menghadirkan KPPS yang bertugas di 24 TPS.

Laporan Wartawan TribunToraja.com, @cinnank17

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

 

Penulis: Risnawati M
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved