Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Real Count KPU

TERBARU! Kubu Prabowo Klaim Punya Data Selain SMS, Bandingkan Real Count KPU TPS 78% Suara 01 & 02?

TERBARU! Kubu Prabowo Klaim Punya Data Selain SMS, Bandingkan Real Count KPU TPS 78% Suara 01 & 02?

Editor: Mansur AM
Tribunnews
TERBARU! Kubu Prabowo Klaim Punya Data Selain SMS, Bandingkan Real Count KPU TPS 78% Suara 01 & 02? 

TRIBUN-TIMUR.COM - Real Count suara TPS di website resmi KPU https://pemilu2019.kpu.go.id kembali terupdate Minggu (12/5/2019) pukul 15.00 WIB.

Data TPS masuk sudah di angka 78 %. 

TPS yang sudah dihitung suara sebanyak 634.473 TPS dari total 813.350 TPS seluruh Indonesia.

Perolehan suara sementara:

Baca: Najwa Shihab Ajak Masyarakat Pakai Aplikasi Cari Ustadz, Ustadz Abdul Somad Termasuk?

Baca: Lagi Ramai Tim Bentukan Jenderal Wiranto, Rocky Gerung: Penguasa Gaji Akademisi Intai Warganegara

Baca: Live Bein Sports, Live Streaming Liga Inggris Liverpool vs Wolves, Menanti Keajaiban City Keok

01 Jokowi - Maruf Amin: 67.237.898 (56.29%)

02 Prabowo - Sandiaga Uno: 52.212.174 (43,71%)

Selisih suara 15.025.724 suara

Penyebab tertinggalnya suara 02 karena Prabowo - Sandiaga kalah telak di kantong-kantong massa dengan pemilih besar seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara Prabowo menang di Jawa Barat tapi selisihnya tidak seperti Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Disclaimer: Hasil situng kpu.go.id bukan hasil resmi KPU. KPU melakukan penghitungan suara secara manual dan berjenjang dan hasil resmi diumumkan paling lambat 22 Mei 2019.

Info Baru dari Tim Prabowo,Data 62 Persen Ternyata bukan Hanya SMS

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Vasco Ruseimy kembali blak-blakan soal sumber asal klaim kemenangan paslon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Selain itu, Vasco juga  memperkenalkan sosok lainnya dibalik kemenangan Prabowo-Sandi.

Sosok yang diperkenalkan Vasco yakni Direktur Satgas BPN Prabowo-Sandi, Toto Utomo Budi Santoso.

Dilansir oleh TribunWow.com, hal itu disampaikan oleh Vasco melalui channel YouTube miliknya Macan Idealis, Minggu (12/5/2019).

Awalnya, Vasco menyinggung soal 'setan gundul' yang sempat disampaikan oleh mantan Politisii Partai Demokrat, Andi Arief.

Diketahui bahwa kabar mengenai 'setan gundul' rampai diperbincangkan lantaran ada yang memberikan informasi salah kepada Capres Prabowo Subianto.

Terkait itu, Vasco lalu meminta tanggapan dari Toto.

Baca: Najwa Shihab Ajak Masyarakat Pakai Aplikasi Cari Ustadz, Ustadz Abdul Somad Termasuk?

Baca: Lagi Ramai Tim Bentukan Jenderal Wiranto, Rocky Gerung: Penguasa Gaji Akademisi Intai Warganegara

Baca: Live Bein Sports, Live Streaming Liga Inggris Liverpool vs Wolves, Menanti Keajaiban City Keok

"Kan ada yang bilang katanya setan gundul lah yang memperngaruhi, Pak Prabowo menyampaikan bahwa kita menang 62 persen, itu gimana sih pak cerita sebenarnya?" tanya Vasco.

Dengan tegas Toto lantas mengungkapkan dari mana asal klaim kemenangan Prabowo.

Toto mengatakan bahwa klaim kemenangn itu berasal dari data akumulasi satgas yang dibentuk oleh BPN di tiap-tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Ya itu tadi akumulasi dari masing-masing satgas yang ada di TPS itu," jelas Toto.

"Jadi semua satgas yang ada 1,6 juta itu mengumpulkan semua datanya menggunakan sistem IT berarti gitu ya pak ya?" tanya Vasco kembali.

"Nah, itu dilaporkan ke atas, ke atas, ke atas kita," ujar Toto.

Kemudian Vasco menyinggung soal klaim data kemenangan Prabowo yang juga sempat mencuri perhatian publik.

Klaim kemenangan tersebut diketahui berasal dari pesan singkat atau sms.

Vasco mengatakan bahwa selain dari sms, klaim tersebut juga didukung oleh sistem informasi teknologi (IT) yang memadahi.

"Berarti bukan cuma hanya sms, berati dari semua sistem IT yang cukup," timpal Vasco.

Toto kembali menjelaskan bahwa hal itu dilakukan satgas untuk mengantisipasi jika daerah tertentu tidak bisa melaporkan data yang telah dikumpulkan melalui sms lantaran susah mendapat sinyal.

"Ya dengan ini semua masing-masinglah, kan tidak semua bisa kirim dengan android," kata Toto.

"Oh di daerah yang tidak ada sinyal internetnya ada sms, oke ya, ya, ya," tegas Vasco.

"Ya itu ya valid gitu lo," timpal Toto.

Baca: Najwa Shihab Ajak Masyarakat Pakai Aplikasi Cari Ustadz, Ustadz Abdul Somad Termasuk?

Baca: Lagi Ramai Tim Bentukan Jenderal Wiranto, Rocky Gerung: Penguasa Gaji Akademisi Intai Warganegara

Baca: Live Bein Sports, Live Streaming Liga Inggris Liverpool vs Wolves, Menanti Keajaiban City Keok

Kembali lagi Vasco mengatakan bahwa hal itu dilakukan supaya pihaknya bisa mengumpulkan data perolehan suara dengan lebih cepat.

Toto juga memaparkan bahwa hingga kini proses tersebut masih dilakukan oleh timnya.

Masih di kesempatan yang sama, sebelumnya Toto menjelaskan bahwa satgas dibentuk juga untuk mendukung kemenangan Prabowo-Sandi.

Kendati demikian, Toto mengaku bahwa pembentukan satgas juga mulanya memiliki kendala.

Untuk itu, pihaknya lantas mengakomodir sejumlah organisasi masyarakat (ormas) bebadan hukum supaya ikut menjadi bagian dari kemenangan Prabowo-Sandi.

"Tapi karena waku, biaya, dan kendala lainnya, maka saya dengan teman-teman di direktorat satgas itu saya putuskan untuk mengakomodir ormas-ormas berbadan hukum itu untuk kita kategorikan sebagai satgas," jelas Toto.

"Itu sekaligus memberikan penjelasan bedanya dengan relawan," sambungnya.

Terkait itu Toto lantas menjelaskan tugas dari satgas tersebut.

"Jadi gini tugas pokok fungsi mengamankan, mengawal setiap TPS itu dari 2 orang, dari awal kita punya tugas itu ya," jelas Toto.

Selain itu, Toto juga memaparkan bagaimana satgas bisa dibentuk untuk berada di tiap-tiap TPS-nya.

"Kita kan tidak bisa langsung bentuk dari bawah, kita bentuk sekretariat bersama ormas itu ditiap-tiap provinsi, 34 provinsi sudah kita bentuk, kita deklarasikan, diam-diam enggak ada orang yang tahu," ungkap Toto.

"Lalu setelah itu bersama dengan direktorat satgas, sekretariat tingkat provinsi membentuk di seluruh kabupatennya,"

"Setelah itu turunkan lagi ini koordinator kecamatan, itu jadi tanggung jawab kabupaten."

"Koordinator kecamatan di kelurahan sehingga akhirnya ditemukan dua orang di setiap TPS, yang bertugas mengamankan, mengawal, memotret,"

"Jadi boleh dikatakan kita memiliki 1,6 juta lebih satgas," tandasnyanya.

(tribunnews.com)

Baca: Najwa Shihab Ajak Masyarakat Pakai Aplikasi Cari Ustadz, Ustadz Abdul Somad Termasuk?

Baca: Lagi Ramai Tim Bentukan Jenderal Wiranto, Rocky Gerung: Penguasa Gaji Akademisi Intai Warganegara

Baca: Live Bein Sports, Live Streaming Liga Inggris Liverpool vs Wolves, Menanti Keajaiban City Keok

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved