Terlibat Narkoba, Dua Wanita Asal Makassar Dibekuk Tim Polrestabes

Risnawati alias Neneng (35) warga Jl Teuku Umar Kota Makassar, dan Sri Rahayu alias Ayu (28) warga asal Jl Sinassara,

Terlibat Narkoba, Dua Wanita Asal Makassar Dibekuk Tim Polrestabes
Darul/Tribun Timur
Kasatresnarkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika, pimpin rilis kasus kakak adik edarkan narkotika jenis sabu-sabu di Makassar. (darul/tribun) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua wanita bersaudara di Kota Makassar, tersangkut kasus peredaran narkoba jenis sabu-sabu di wilayah hukum Makassar.

Mereka adalah, Risnawati alias Neneng (35) warga Jl Teuku Umar Kota Makassar, dan Sri Rahayu alias Ayu (28) warga asal Jl Sinassara, Kompleks Yuka 23, Makassar.

Kasatresnarkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika mengatakan, kedua perempuan tersebut ada adik dan kakak, mereka masuk dalam jaringan narkotika.

Baca: Pasca May Day, Enam Orang Pelaku Anarkis Diamankan Tim Polrestabes Makassar

Baca: Pengeroyokan Berujung Kematian, Polrestabes Makassar Tetapkan Tiga Tersangka

"Kedua bersaudari ini ditangkap di jalan Teuku Umar beberapa waktu lalu," ungkap Diari, saat merilis kasus tersebut di ruang Satresnarkoba, Jumat (3/5/2019) petang.

Neneng dan Ayu ditangkap bersama salah seorang pengedar lain, Zulfakar alias Sulfa (30) warga Jl Panampu lorong 2, Kelurahan Suwangga, Kota Makassar, Rabu (1/3).

Dari tangan ketiganya, tim Satresnarkoba Polrestabes mengamankan 11 paket kecil sabu-sabu, satu paket sabu 10 gram, dan 12tablet pil inex, serta satu handphone.

Menurut Kompol Diari, ketiga tersangka adalah satu jaringan. Tapi ketiga pelaku ini berstatus sebagai pengedar yang sudah mengedarkan sabu dua bulan terakhir ini.

Baca: Ustadz Yusuf Mansur Klarifikasi Artikel: Jihad Membela Prabowo Mati Syahid, Namun Pasti Masuk Neraka

"Ketiganya memang pengedar, tegapi dua bersaudari (Ayu dan Neneng) memperoleh sabu-sabu untuk dijual dari si pelaku Zulfa. Ini yang masih kita dalami lagi," jelas Diari.

Penyidik Polrestabes Makassar menjerat Zulfa dan Ayu dengan Pasal 114 ayat (2), dan atau Pasal 112 ayat (2) dan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Sementara pelaku Neneng, polisi kenakan Pasal 114 ayat (1) dan atau pasal 114 ayat (1) dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun kurungan penjaranya. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved