Breaking News:

Pemilu 2019

Ketua PPK Maniangpajo Wajo Bakal Berbagi Kisah Jadi Pejuang Demokrasi Melalui Buku

Kisah-kisah para pejuang demokrasi di Kabupaten Wajo, khususnya di Kecamatan Maniangpajo Wajo bakalan hadir dalam bentuk buk

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Ketua PPK Maniangpajo, Yasser Arafat, sedang mengetik kisah-kisah para pejuang demokrasi di Kecamatan Maniangpajo untuk dibukukan dalam "Perjalanan Penyelenggara Pemilu". 

TRIBUN-WAJO.COM, MANIANGPAJO - Kisah-kisah para pejuang demokrasi di Kabupaten Wajo, khususnya di Kecamatan Maniangpajo bakalan hadir dalam bentuk buku berjudul "Perjalanan Penyelenggara Pemilu ".

Adalah Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Maniangpajo, Yesser Arafat (34) yang menulis buku tersebut.

Pasca rekapitulasi di tingkat Kecamatan Maniangpajo usai, Minggu (21/4/2019) lalu, Yasser Arafat pun istirahat sejenak lalu mulai mempersiapkan bahan tulisan.

Baca: Real Count Hari Ini KPU Jeneponto, Prabowo-Sandi Sementara Unggul 79,50 Persen

Baca: Tahanan Kabur dari Rutan Sidrap Ditangkap di Wajo

Baca: Pemilu Berlalu, Ketua MUI Sulbar: Persatuan Jangan Dirusak

"Sayang kalau tidak diabadikan. Jika KPPS dari pagi hingga pagi, kami di PPK dari Ahad ke Ahad menahan ngantuk," katanya kepada Tribun Timur, Kamis (25/4/2019).

Secara pribadi, dirinya menceritakan pengalamannya menyukseskan pesta demokrasi serentak kali ini si tingkat kecamatan.

Kurang tidur, kurang makan, dan kurang mandi telah dilewatinya seminggu.

Bahkan, ayah dua anak tersebut cuma bisa bercengkrama dengan keluarganya di sekretariat PPK.

"Itupun ketemunya di sekretariat, dia datang bawa perlengkapan yang saya butuhkan," katanya.

Kelelahan yang paling dirasakan Yasser Arafat bersama rekan-rekannya yang lain ketika tanda tangan sertifikat perolehan suara atau DAA1 dan DA1.

"Dari pukul 17 sampai pukul 9 keeseokan harinya. Karena yang ditandatangani lebih 10 rim atau lebih 5000 lembar," ungkapnya.

Bahkan, ketika hasil rekapitulasi usai, alumni STKIP Puangrimaggalatung Sengkang tersebut tak langsung pulang ke rumah mengistirahatkan tubuh, melainkan langsung mengirim logistik pemilu ke kantor KPU Wajo yang berjarak sekitar 40 km tersebut.

Namun, hal tersebut telah usai. Pengabdian sebagai PPK telah melewati titik puncak.

"Masih teringat, sejak dilantik di bulan Maret 2018 terus bergelut dengan tahapan pemilu yang terus bertambah dari tahapan yang sudah ada sebelumnya," katanya.

Mulai dari DPT harus melalui proses perubahan hingga 3 kali ditambah penyempurnaan 1 kali. Begitupun dengan DPTb yang juga sampai tahap 3.

Menurutnya, berhadapan dengan data pemilih tidak seberat dengan perjuangan di detik-detik pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara yang dilanjutkan dengan rekapitulasi di tingkat kecamatan.

"Keikhlasan bekerja, adalah salah satu kunci kesuksesan dalam melaksanakan tugas mulia ini," katanya.

Rata-rata, para penyelenggara pemilu di Kecamatan Maninagpajo kelelahan.

Beruntung, tak ada yang tumbang seperti banyal dalam pemberitaan yang terjadi kepada rekan-rekannya yang lain di tempat lain.

Olehnya, kisah perjuangan para pejuang demokrasi di Kecamatan Maniangpajo karangan pemilik akun instagram @yasser_amiruddin menarik ditunggu.

(TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved