Dua Pekan Jelang Ramadah, Harga Bahan Pokok di Mamuju Melambung
Dua pekan jelang Ramadan, harga sejumlah Bahan Pokok di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, meningkat di pasar-pasar tradisional.
Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Dua pekan jelang Ramadan, harga sejumlah Bahan Pokok di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, meningkat di pasar-pasar tradisional.
Hasil pantauan Tribun-Timur.com, di Pasar Baru Mamuju, Jl Diponegoro, Kelurahan Karema, Rabu (24/4/2019) harga bahan pokok yang naik rata-rata hingga 40 persen.
Seperti bawang putih, bawang merah, lombok, tomat dan sejumlah bahan pokok lainnya.
Baca: BREAKING NEWS: Bawaslu Wajo Rekomendasikan PSU 1 TPS di Kecamatan Tempe
Baca: Pemuda Jeneponto Curi Motor di Takalar Dihadiahi Timah Panas
Baca: Lantik Bupati Pinrang, Gubernur Sulsel Harap Ada Inovasi
"Tapi yang paling naik bawa merah bawang putuh naik hingga 40 persen dari harga sebelumny. Harga sebelumnya sekitar Rp 23-25 ribu, kini mencapai Rp 30-35 ribu,"kata Nini salah seorang pedagang yang ditemui di lods penjualannya, siang.
Dikonfirmasi Kepala Dinas Perdadangan Mamuju, Sitti Sutinah Suhardi mengatakan, sejak sepekan terakhir sudah mulai terlihat kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
"Kalau untuk beberapa minggu terakhir, naiknya sangat drastis. Karena saya cek minggu lalu itu, rata-rata mengalami kenaikan, terakhir bawang itu naik 40 persen. Tapi, untuk bahan-bahan pokok yang lain naiknya tidak signifikan, yang lainnya ini naiknya cuma 10-15 persen itu masih wajar," ujar Sutina saat ditemui di ruangannya, Rabu (24/4/2019).
Selain pengaruh akan tibanya bulan Suci Ramadan, kurangnya pasokan juga menjadi salah satu penyebab signifikannya kenaikan harga bawang.
"Kan kemarin itu waktu turun ke pasar kita menanyakan apa alasannya sampai melonjak naik, memang pasokan yang kurang, karena memang kayak bawang itu pasokannya dari luar Kabupaten Mamuju, jadi itu yang agak tersendat pasokannya," ujar Sutina.
"Kita tidak tau apakah itu disana memang bukan musimnya. Kalau bukan musimnya, walaupun bukan memasuki bulan puasa itu biasa naik, ini karena mau memasuki bulan suci Ramadan naiknya cukup signifikan," sambungnya.
Lanjut Sutina, untuk menekan kenaikan harga bahan pokok yang cukup signifikan menjelang bulan Suci Ramadan ini, pihaknya akan menggandeng Bulog untuk melakukan operasi pasar.
"Kita mau koordinasi dengan Bulog untuk, mudah-mudahan bulog punya cadangan, karena mereka bukan cuma beras saja, kebutuhan pokok juga, mudah-mudahan bulog punya persediaan seperti bawang, kita akan operasi pasar kalau memang mereka ada persediaan," terang Sutina.
Menurut Sutina, beras menjadi satu-satunya bahan pokok yang harganya tidak terlalu terpengaruh dengan akan tibanya bulan Suci Ramadan.
"Yang stabil harganya itu beras, karena habis penen kan bulan lalu, jadi harganya masih stabil tidak terpengaruh dengan akan tibanya bulan Suci Ramadan," tutur Sutina.
(tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @nurhadi5420
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:
Follow juga Instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/suasana-pasar-baru-mamuju-1.jpg)