Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Sedang Jatuh Cinta, Ini Simak Perjalanan Karier Tegar, dari Pengamen Hingga Artis

Masa kecilnya dihabiskan mencari uang sebagai pengamen jalanan di perempatan jalan. Tidur di bawah kolong jembatan pun jadi.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
instagram.com
Tegar 

Namun, semua itu diawali dari aksinya sebagai pengamen cilik pada tahun 2012 yang terekam dalam sebuah video dan menjadi viral. Popularitasnya kian terangkat setelah nongol di televisi.

Ratna Dwisasih, ibunda Tegar Septian, tak pernah membayangkan bisa hidup layak dan berkecukupan: bisa makan tiga kali sehari, beli pakaian, dan yang terpenting orang lain menghargai keluarganya.

Itu semua berkat kerja keras anak Tegar Septian, sang buah hati. Tak heran Ratna Dwiasih mengatakan demikian. Sebab, hidupnya di masa lalu kurang beruntung.

Ratna sendiri hanya tamat SMP. Ia mencoba menyambung hidup menjadi pengamen di kereta api Jakarta-Jawa. Dari sana Ratna menemukan tambatan hatinya yang merupakan sesama pengamen. Mereka menikah dan punya anak.

Masalah ekonomi jadi kendala rumah tangganya. Bahkan tatkala dalam kondisi hamil anak pertama ia tetap harus mengamen.

Saat usia kandungannya 6 bulan, Ratna dan ibunya pergi menuju ke alun-alun di kota Pekalongan. Tujuannya untuk menonton aksi penyanyi cilik Joshua.

Baca: Penyanyi Tegar Septian Bicara Tentang Ibunya yang Tangguh

Ia berharap anak dalam kandungannya tersebut bisa seperti Joshua. Harapan itu ia ucapkan dalam hati sambil mengelus perutnya.

Tegar Septian lahir

Ratna Dwisasih melahirkan Tegar Septian pada 19 September 2001. Ia menamakan anaknya Tegar. Tentu sebagai orangtua ia berharap anaknya tegar menghadapi kerasnya kehidupan.

Maklum, hidupnya susah. Saat harus beristirahat pascamelahirkan ia sama sekali tak punya uang.

Hasil jualan kain batik orangtuanya jauh dari kata cukup. Ia terpaksa mengamen di jalanan. Tegar Septian kala itu berusia satu bulan. Aktivitas itu ia lakoni sampai Tegar berusia 6 tahun.

Tegar berhenti menemani ibunya mengamen karena harus sekolah. Namun, pendidikan dasar itu ia lakoni sampai kelas 2 Sekolah Dasar. Tegar kembali mengamen.

Ia tumbuh di jalanan. Terpengaruh lingkungan membuatnya jadi nakal. Merokok dan mabuk lem sudah jadi bagian dari aktivitasnya.

Tapi, suaranya makin terasah dengan seringnya berlatih dengan mengamen.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved