Pemilu 2019
H-1 Pemilu 2019, Ini Pelanggaran yang Rentan Terjadi Menurut Bawaslu Wajo
Bawaslu Kabupaten Wajo semakin menggencarkan patroli dan pengawasan jelang pencoblosan Pemilu 2019
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN- WAJO.COM, SENGKANG - Sisa 1 hari jelang pemilihan umum Pemilu 2019.
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wajo pun semakin menggencarkan patroli dan pengawasan, Selasa (16/4/2019).
Patroli mengantisipasi politik uang pun dilakukan di 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Wajo.
Baca: Viral Pendukung Jokowi dan Prabowo di Sidrap Taruhan 1 Hektar Tanah, Ternyata Ini Maksudnya
Baca: PMI Wajo Ketiban Ambulance dari Bank Sulselbar
Baca: H-2 Pemilu 2019, KPU Jeneponto Masih Kekurangan Surat Suara Capres dan DPD
Baca: KPU Luwu Utara Gunakan 3.948 Paku Sebagai Alat Coblos di Pemilu
"Apa yang rawan di masa tenang itu kita antisipasi, kita fokus pencegahan. Mulai satu minggu lalu kita sudah gencarkan patroli," kata Komisioner Bawaslu Wajo Devisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Heriyanto, Selasa (16/4/2019) siang.
Selain politik uang, Heriyanto juga menyebut apa saja yang rentang dan rawan pada masa tenang. Seperti adanya intervensi.
"Intervensi oleh kekuasaan itu rawan juga rawan di masa tenang," katanya.
Lebih lanjut, kesiapan penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU pun rawan.
Mengingat, dalam pesta demokrasi kali ini, ada 5 jenis pemilihan yang dilakukan secara serentak.
Untuk kampanye di media sosial pada masa tenang, Bawaslu Wajo pun cuma memantau akun-akun yang terdaftar di KPU apabila melakukan kampanye.
"Fokus pengawasan kita itu di media sosial adalah akun yang terdaftar di KPU, kalau untuk akun personal itu tidak ada aturan, kalau pun ada kita fokus ke politik uangnya," katanya.
(TribunWajo.com)
Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:
Follow juga Instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/komisioner-divisi-pengawasan-hubungan-masyarakat.jpg)