Pemilu 2019

Formulir C6 Tak Terdistribusi Baik, Gerindra Makassar Datangi KPU Sulsel

Sebelumnya, Komisioner KPU Makassar Gunawan Mashar, mengatakan, yang tidak terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) bisa memilih.

Formulir C6 Tak Terdistribusi Baik, Gerindra Makassar Datangi KPU Sulsel
Abdul Azis/Tribun Timur
Partai Gerindra Kota Makassar menggelar pelatihan saksi TPS di Gedung CCC, Jl Metro Tanjung Bunga, Makassar, Sabtu (13/4/2019). Oleh panitia pelatihan saksi Partai Gerindra Makassar, sebanyak 3 ribu lebih. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC Partai Gerindra Kota Makassar, Pice Jahali mendatangi Kantor KPU Sulawesi Selatan (Sulsel), Jl AP Pettarani, Makassar, Senin (15/4/2019).

Pice tak sendiri, ia didampingi sejumlah elit Partai Gerindra Makassar.

Baca: VIDEO: Logistik Kertas Suara Tiba di Pelosok Sinjai, Petugas PPS Bawa Genset

Kedatangannya untuk mempertanyakan Formulir C6 yang belum maksimal disalurkan ke pemilih Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019.

Ketua DPC Partai Gerindra Makassar Eric Horas mengaku tidak hadir dalam pertemuan itu dengan KPU Sulsel lantaran kurang enak badan pasca sosialisasi maju di Pileg Dapil I Makassar.

Baca: TRIBUNWIKI: Super Junior DnE Rilis Single Danger, Ini Profil dan Perjalanan Kariernya

"Tadi saya tidak sempat hadir, kurang enak badan. Tapi saya ingin tegas bahwa warga Makassar masih banyak tidak mendapatkan formulir model C6. Harusnya KPU bekerja maksimal," kata Eric via seluler kepada Tribun, Senin (15/4/2019) malam.

Wakil Ketua DPRD Makassar itu menambahkan bahwa pihaknya mendapat laporan dari timnya jika ada satu rumah yang harusnya lima orang mendapat surat pemberitahuan pemungutan suara atau C6, tapi yang dapat cuma tiga orang.

"Bahkan di Kelurahan Mapala, Kecamatan Rappocini, ada petugas KPPS mendatangi rumah warga untuk memberikan C6. Dalam rumah ada lima tapi cuma tiga mendapat C6, katanya bawa saja KTP Elektronik," kata Eric.

Baca: BPJPH Dorong Unibos Dirikan Kantin Halal, Prof Sukoso: Ekosistem Halal Penting

"Ini KPU memperhambat proses pemilihan karena yang membawa KTP-El nanti mencoblos jam 12 sampai jam 1 siang. Ini kalo banyak seperti ini, bisa-bisa ada yang tidak mencoblos karena waktunya cuma 1 jam," katanya.

Sebelumnya, Komisioner KPU Makassar Gunawan Mashar, mengatakan, yang tidak terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT) bisa memilih.

"Yang tidak terdaftar di DPT, jalur yang dia bisa tempuh adalah DPK (daftar pemilih khusus). Pemilih DPK, memilih dengan membawa KTP-El atau suket," tegasnya via pesan Whatsapp.

Baca: Duta Bandara AP I dari Bali, Perwakilan Sulsel Raih Fotogenik

Halaman
12
Penulis: Abdul Azis
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved