Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kadis Pendidikan Bulukumba Tawarkan BOP PAUD untuk Anak Buta Aksara

Disdikbud Bulukumba, Ahmad Djanuaris, menawarkan pendidikan BOP PAUD untuk anak Buta Aksara.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/FIKRI ARISANDI
Kadis Pendidikan Bulukumba, Ahmad Djanuaris 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulukumba, Ahmad Djanuaris, menawarkan pendidikan Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD), untuk anak Buta Aksara.

Program ini merupakan salahsatu upaya pemerintah, untuk menurunkan angka buta aksara di Indonesia, termasuk Kabupaten Bulukumba, di jazirah selatan Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Sekarang sudah ada BOP PAUD, anggarannya juga sudah ada dari pemerintah, ini merupakan upaya agar tidak ada lagi anak buta aksara," kata Ahmad Djanuaris, Kamis (11/4/2019) sore.

Baca: Pemilu 2019 Wakil Bupati Jeneponto Paris Yasir Akan Mencoblos di TPS Ini

Baca: Jelang Pemilu 2019, Kapolres Luwu Utara Ajak Warga Tidak Golput

Baca: Mahasiswa Desak Pemprov Sulbar Tuntaskan Jalan Poros Ulumanda Majene

BOP PAUD ini, kata Djanuris, meringankan beban biaya pendidikan bagi orang tua murid.

Sehingga, tak ada lagi alasan keterbatasan biaya untuk menyekolahkan sang buah hati.

Pasalnya, lanjut Djanuaris, untuk saat ini, proses pencegahan anak buta aksara masih terbilang sulit, namun bukan berarti tak dapat diantisipasi.

"Biasanya karena pendidikan orangtua yang rendah. Sehingga pendidikan itu tidak dinggap penting, itulah kita terus lakukan pendataan," ujar Djanuaris.

Sementara bagi anak putus sekolah, pemerintah juga telah menawarkan solusi.

Yakni dengan mengikuti pendidikan non formal, mulai dari paket 'A' hingga paket 'C'.

Namun aturannya sekarang telah berbeda.

Jika sebelumnya bisa melakukan pendaftaran paket beberapa hari sebelum ujian, saat ini sudah tak bisa lagi.

"Dulu itu, maupi ujian baru daftar. Sekarang sudah tidak bisa. Harus mengikuti pendidikan dulu selama enam bulan," jelasnya.

Sekadar diketahui, dari data Disdikbud Bulukumba hingga akhir tahun 2018, jumlah anak putus sekolah mencapai 10.087.

Namun, angka tersebut belum termasuk anak usia 6-15 tahun.

Yang masuk dalam data Disdikbud Bulukumba hanya usia 15-59 tahun sebanyak 1.974 orang, dan 1.771 warga usia 59 tahun ke atas.

"Nah, yang dimaksud buta aksara itu kan anak yang memang belum tahu membaca dan menghitung. Kita akan fokus disini, karena tahun ini juga sudah ada BOP PAUD," pungkasnya. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @arisandifirki

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved