Operasi Pasar Bawang Merah di Surabaya Diserbu Pembeli

Setelah sukses melakukan operasi pasar bawang merah 21 ton di Jakarta, Kementerian Pertanian (Kementan)

Operasi Pasar Bawang Merah di Surabaya Diserbu Pembeli
Humas Kementan
Operasi Pasar Bawang Merah di Surabaya Diserbu Pembeli2 

Dengan adanya operasi pasar ini, diyakini Ismail harga akan cepat kembali stabil. Sebab tidak lama lagi harga ini kembali stabil karena sudah mulai panen di beberapa daerah.

"Kita tentunya berharap harga kembali normal di bawah Rp 30 ribu per kg," tegasnya.

Ismail menyebutkan persoalan harga bawang merah memang dilematis. Harga di petani sekarang Rp 22 ribu per kg dan dipastikan harga tidak mungkin jatuh.

"Informasi dari teman - teman petani bahwa harga pada 2018 sangat rendah hingga mencapai Rp 5 hingga Rp 7 ribu di tingkat petani sehingga mereka agak merasa putus asa," sebutnya.

"Nah sekarang ini pas harga naik mereka semangat lagi. Biarkan sementara waktu menyenangkan petani," sambungnya.

Operasi Pasar Bawang Merah di Surabaya Diserbu Pembeli1
Operasi Pasar Bawang Merah di Surabaya Diserbu Pembeli1 (Humas Kementan)

Melihat kondisi bawang merah yang fluktuatif, Ismail menegaskan upaya yang akan dilakukan Kementan yakni akan membuat semacam standar harga. Harga batas atas dan bawah untuk melindungi petani dan konsumen.

"Idealnya, harga di petani itu Rp 15 sampai 16 ribu per kg. Itu sudah untung, jadi bisa masuk dengan harga jual maksimal Rp 23 ribu," tutupnya.

Dukungan Eksportir dan Importir Bawang

Thio Herry, CEO PT Sian Liep tergerak untuk melakukan operasi pasar dikarenakan kecintaannya kepada negara. Persoalan harga bawang yang naik dinilainya hanya hitungan hari saja.

"Kita orang Indonesia, cinta NKRI. Ini untuk menjaga harga bawang, kami ikut merasa terpanggil. Paling - paling dalam 3 hari ini harga kembali normal," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved