Danny Pomanto Berhalangan Lagi, Sidang Kasus Ketapang Kencana Tanpa Kesaksikan Wali Kota Lagi

Karena Danny Pomanto tidak hadir, pengadilan hanya menyidangkan perkara ini untuk dua orang saksi dari audit BPK

Danny Pomanto Berhalangan Lagi, Sidang Kasus Ketapang Kencana Tanpa Kesaksikan Wali Kota Lagi
TRIBUN TIMUR/SALDY
Syahrir Cakkari 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wali Kota Makassar, Danny Pomanto berhalangan lagi memenuhi panggilan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sulselbar, Selasa (09/04/2019).

Orang nomor satu Pemkot Makassar dipanggil untuk bersaksi terhadap dua terdakwa dalam dugaan kasus  korupsi pengadaan barang persediaan Sanggar Kerajinan Lorong-Lorong  Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar.

Dimana dalam perkara ini mendudukan dua terdakwa yakni mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM , Gani Sirman dan Kepala Bidang UKM Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, M Enra Efni.

"Dia tidak hadir dan Tidak ada informasi soal ketidakhadirannya," kata Kuasa Hukum terdakwa, Syahrir Cakkari ditemui di Pengadilan Negeri Makassar, Selasa (09/04/2019) sore.

Menurut Syahrir Cakkari sebagai seorang pejabat seharusnya  memberikan contoh kepada masyarakat untuk hadir setiap ada panggilan seperti ini untuk memberikan fakta di dalam persidangan atas kasus ini.

"Harusnya datang, jangan sampai ada perintah upaya paksa oleh hakim, kan tidak baik apalagi dia sebagai seorang Wali Kota," paparnya.

Syahrir mengaku wali kota tidak hadir memenuhi panggilan merupakan yang kedua kalinya. Majelis Hakim telah memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan kembali pada sidang mendatang.

Senada juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rachmat. Kepada Tribun ia mengaku pemanggilan Wali Kota Makassar merupakan yang kedua kalinya. "Waktu pemanggilan pertama juga tidak hadir," sebutnya.

Karena Danny Pomanto tidak hadir, Pengadilan hanya menyidangkam perkara ini untuk dua orang saksi dari audit BPK atas nama  Najma dan pengadaan barang dan Jasa, Suhendra.

Beberapa hari sebelumnya, Danny juga dipanggil untuk bersaksi atas empat terdakwa dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan  7.000 proyek bibit pohon ketapang kencana.

Halaman
123
Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved