Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ketua TKD KIK Jokowi-Maruf Sulsel: Baru Kali Ini Saya Berurusan Bawaslu

"Ada dua dugaan pelanggaran sebagai temuan Bawaslu. Pertama ada mobil dinas parkir diduga digunakan peserta kampanye," kata Syamsul Bachri.

Penulis: Abdul Azis | Editor: Hasrul
Abdul Azis/Tribun Timur
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin Sulawasi Selatan Syamsul Bachri. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja (TKD KIK) Joko Widodo - Maruf Amin Sulawasi Selatan, Syamsul Bachri mengaku bahwa baru kali ini ia berurusan dengan penyidik bawaslu sejak menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

"Terusterang ini pertamakali saya datang ke bawaslu sejak menjadi anggota dewan lima periode. Saya datang bukan sebagai caleg, tapi sebagai TKD KIK Jokowi-Ma'ruf Sulsel," kata Syamsul Bachri di Kantor Bawaslu Makassar, Jl Anggrek Raya, Kota Makassar, Jumat (5/4/2019).

Baca: Sambut Pemilu 2019, Polres Enrekang Kerja Bakti Bersama Warga Kelurahan Lewaja

"Sebagai Ketua Tim TKD Jokowi-Ma'ruf Sulsel saya harus bertanggungjawab penuh yang terjadi di TKD. Saya datang kesini karena saya menghargai Bawaslu, mereka diberi kewenangan oleh UUD," ujar Syamsul.

Syamsul menambahkan, Gakkumdu Bawaslu Makassar mengatakan ada temuan atau dugaan pelanggaran yang terjadi di kampanye Jokowi-Ma'ruf di Lapangan Karebosi, Makassar, Minggu 31 Maret. Ketika itu Pak Joko Widodo datang dan Pak Jusuf Kalla juga hadir.

"Ada dua dugaan pelanggaran sebagai temuan Bawaslu. Pertama ada mobil dinas parkir diduga digunakan peserta kampanye. Mobil bus berplat merah yang diparkir di Jl RA Kartini," katanya.

Baca: Dua Pemain Asing PSM Makassar Absen di Sesi Latihan Usai Tanding Kaya FC

"Soal itu saya jelaskan bahwa belum tentu itu kendaraan plat merah yang dipakai oleh peserta kampanye. Bisa saja mereka parkir mobil disitu. Jadi kami klarifikasi bahwa itu diluar jangkauan kami," tambah Syamsul.

Syamsul menambahkan, sebelum kampanye digelar, pihaknya sudah mengintruksikan kepada seluruh pengurus partai koalisi, para koordinator yang membawa massa agar tidak menggunakan fasilitas negara.

"Temuan kedua bawaslu yang kami klarifikasi adalah ada anak-anak kecil yang lari-lari disitu pakai baju kaos 01. Kami jelaskan itu diluar arena, bisa jadi mereka datang ke toko-toko untuk belanja, dengar lagu dangdut dan keluar. Jadi kalau ada pakai itu bisa saja. Yang pasti kami sudah buat edaran jangan membawa anak-anak," tegasnya.(*)

Laporan wartawan tribuntimur.com, abdul-azis-alimuddin

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved