Besok, Danny Pomanto Diminta Bersaksi di Pengadilan Tipikor Terkait Pohon Ketapang

Bahkan orang nomor satu di Kota Makassar ini sempat beberapa kali dipanggil dan diperiksa oleh penyidik.

Besok, Danny Pomanto Diminta Bersaksi di Pengadilan Tipikor Terkait Pohon Ketapang
SANOVRA JR
Deretan pohon ketapang kencana yang ditanam diatas trotoar Jl Haji Bau, Makassar, Rabu (20/9). Proyek pengadaan tujuh ribu bibit pohon ketapang yang menghabiskan dana APBD sebanyak Rp9,3 miliar program Pemkot Makassar diduga terdapat unsur penyimpangan yang mengarah ketindak pidana korupsi (Tipikor). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Kecil (UMKM) Kota Makassar, Gani Sirman kembali menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makasaar, Kamis (4/4/2019) besok.

Mantan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Pemkot Makassar bakal didudukan dalam kursi pesakitan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi atas kasus dugaan korupsi proyek pengadaan 7.000 proyek bibit pohon ketapang kencana.

Baca: Pengendara Dilarang Merokok? Ini Penjelasan Ditlantas Polda Sulsel

Berdasarkan informasi diperoleh Tribun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) rencana menghadirkan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto untuk bersaksi atas terdakwa Gani Sirman dan tiga terdakwa lainnya, sesuai dengan permitaan hakim pada sidang sebelumnya.

Namun Syahrir,  belum bisa memastikan kepastian kehadiran  Danny Pomanto,  karena dikatakan Syahrir yang berhak menghadirkan orang nomor satu di Pemkot Makassar adalah kewenangan. Kejaksaan.

"Tapi hakim sudah perintahkan kepada Jaksa untuk hadirkan pak Danny Pomanto pada persidangan besok," kata Kuasa Hukum terdakwa Syahrir Cakkari kepada Tribun, Rabu (3/4/2019).

Baca: 105 UKM di Sulsel Bakal Keciprat Dana Hibah Pemerintah Pusat

Menurut Syahrir, Danny sebelumnya sudah bersaksi ketika kasus ini yang menyeret empat terdakwa masih bergulir di meja penyidik Kepolisian Daerah Sulsel.

Bahkan orang nomor satu di Kota Makassar ini sempat beberapa kali dipanggil dan diperiksa oleh penyidik.

"Kita berharap pak Dani bisa memberi penjelasan dengan  baik dan apa adanya terkait permasalahan yang disangka oleh jaksa sebagai perbuatan pidana," tuturnya.

Gani bersama Budi Susilo (Kabid Pertanaman), Buyung Haris (Honorer), serta Abu Bakar Muhajji (pensiunan), berurusan dengan hukum karena diduga melakukan mark up harga poho ketapang.

Baca: Elektabilitas Prabowo-Sandi Menguat, PKS Sulsel: Tim Petahana Panik!

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved