Wanita SPG Rokok Digrebek Saat Ngamar Bersama Bos, Belum Berhubungan tapi Sudah Berbusana Transparan
Wanita SPG Rokok Digrebek Saat Ngamar Sama Bos, Belum Berhubungan tapi Sudah Berbusana Transparan
Sofyan meminta Dinas Pendidikan merazia barang bawaan para peserta didik.
Dikhawatirkan, kata dia, para pelajar ini terpengaruh dari konten yang ada di dalam ponselnya.
Kasus pesta seks dan narkoba ini diungkap Satuan Sabhara Polres Lampung Utara.
Saat itu, polisi menggerebek sebuah kamar indekos di Kelurahan Tanjung Aman, Kotabumi, Minggu.
Dari dalam kamar itu, polisi menemukan delapan remaja.
Di mana, tiga di antaranya adalah perempuan.
Mereka adalah AK (20), SA (20), MR (17), AP (18), DA (17), RS (16), RI (18), dan FY (23).
Ada satu perempuan yang dalam kondisi hamil yaitu RS, yang masih pelajar.
"Lima dari delapan orang itu, urine nya positif mengandung Methamphetamine (sabu)."
"Mereka kami serahkan ke BNN untuk rehab," ujar Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara Inspektur Satu Andri Gustami.
Lima orang pria itu adalah AK, SA, MR, AP, DA.
Menurut dia, masyarakat resah karena, indekos itu seringkali dijadikan tempat berpesta sabu dan seks.
Andri mengatakan, RS, yang kini hamil dua bulan diduga hasil hubungan pesta seks dengan teman-temannya.
SA, satu remaja yang ditangkap, mengatakan, sabu dibeli patungan dengan teman-temannya satu indekos.
"Per orang sumbangan Rp 25 ribu."
"Pakenya rame-rame," ujar dia.
"Tidak boleh cuek, tidak boleh acuh, dan tidak boleh membiarkan."
"Apabila menemukan penghuni rumah yang tidak wajar, anti sosial, tidak mau bergaul, dan tidak ramah lingkungan harus segera didekati Ketua RT atau Ketua Lingkungan," ujarnya.
Menurut dia, peran paling besar dalam membina anak-anak ada di tangan kepala keluarga.
Untuk itu Budiman meminta kepala rumah tangga peduli.
Kepala rumah tangga juga harus memperhatikan anggota keluarganya.(*)