OPINI

OPINI - Islam dan Kehormatan

Penulis adalah Ketua Jurusan Syariah Sekolah Tinggi Ilmu Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar

OPINI - Islam dan Kehormatan
handover
Ketua Jurusan Syariah STIBA Makassar Hendra Wijaya Lc MH 

Allah berfirman : “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu..”

Segala bentuk kezaliman terlarang dalam Islam, namun jika kezaliman itu dilakukan pada waktu-waktu yang terhormat, maka dosanya lebih besar dibanding kezhaliman pada waktu-waktu biasa.

Jokowi Bakal Kampanye di Makassar, Polda Sulsel Antisipasi Hal Ini

Menurut Al-Qurtubi bahwa semakin banyak sisi kemuliaan sesuatu maka semakin bertambah pula kehormatannya, sehingga pelaku dosa pada bulan haram mendapatkan dosa yang berlipat ganda.

Senada dengan Al-Qurtubi, Ibnu Katsir menjelaskan alasan berlipat gandanya dosa maksiat dibulan haram “karena larangannya lebih kuat dibanding larangan di waktu yang lain”.

Tanah haram
Makkah dan Madinah dikenal dengan nama al-haramain atau dua tanah haram. Predikat tanah haram untuk kota Makkah dimulai sejak zaman Nabi Ibrahim AS.

Kemudian Nabi Muhammad saw menggenapkan kota Madina sebagi tanah haram yang kedua dimuka bumi ini, Nabi bersabda:“Sesungguhnya Nabi Ibrahim menjadikan kota Mekah sebagai kota haram, dan sesungguhnya aku menjadikan Madinah sebagai kota yang haram juga.” (HR. Muslim)

Bentuk penghormatan pada tanah haram adalah dengan tidak melakukan beberapa hal.

Seperti tidak menebang dan mematahkan ranting pohonnya, tidak berburu binatang di area tanah haram, tidak mengambil barang temuan kecuali hanya mengumumkannya, tidak mencabut rerumputan hijaunya dan lain sebagainya.

Pelaksanaan ibadah haji dimulai dengan prosesi ihram (niat haji). Ihram dilakukan sebelummemasuki miqat (batas-batas) tanah haram.

OPINI - Spiritualisme Andi Sose

Prosesi ihram ditandai dengan menggunakan pakaian ihram. Kemudian melafazakan niat ibadah haji, kata ihram sendiri secara bahasa juga merupakan derivasi kata al-hurmah, sebab seorang yang ihram berarti telah diharamkan baginya melakukan larangan-larangan dalam ibadah haji serta wajib menjaga kehormatan rukun Islam yang ke lima ini.

Halaman
1234
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved