Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Kilas Balik Sejarah Raja Faisal Terbunuh, Raja Arab Saudi
Ia dibunuh oleh keponakannya sendiri, Pangeran Faisal Ibu Musaed. Pangeran Faisal menembakkan tiga peluru ke tubuh Raja dari jarak dekat.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
Dia berasal dari keluarga Asy-Syaikh, keturunan dari Muhammad bin Abdul Wahhab.
Kakek dari Faisal, Abdullah bin Abdullatif, satu dari ulama dan penasihat raja Abdul Aziz.
Ibu dari Faisal meninggal pada 1912 ketika Faisal sangat muda dan Faisal kecil tinggal bersama kakeknya yang mengajarkan dia Al-Quran dan dasar-dasar agama Islam, yang sangat mempengaruhi kehidupannya selanjutnya.
Faisal hanya memiliki 1 saudari, Nurah. Dia dinikahi sepupunya, Khalid bin Muhammad bin Abdul Rahman, anak dari Muhammad bin Abdul Rahman.
Riwayat Hidup
Dalam didikan keluarga dan ulama-ulama disekitarnya, Faisal tumbuh sebagai anak yang baik dalam pendidikan kerohaniannya, bahkan ia sudah mampu menghafal Al-Qur'an dalam usia yang masih sangat muda.
Di masa remajanya, tepatnya diusia 16 tahun, Faisal diangkat menjadi panglima perang dan diberi kepercayaan memimpin sebuah ekspedisi untuk memadamkan pemberontakan sebuah suku di wilayah Asir, Hijaz bagian selatan.
Pengalaman militernya kembali digembleng diusia 19 tahun, ketika diberi kepercayaan mengomandani sebuah pasukan untuk merebut Jeddah dari suku Hashemit yang berhaluan Syi'ah Zaidiyah yang seringkali membuat makar melawan Pemerintah di Hijaz.
Faisal mencapai prestasi puncaknya dalam bidang militer pada tahun 1934, setelah dia berhasil merebut pelabuhan Hoderida dalam waktu yang relatif singkat dari kekuasaan Negara Yaman Sekuler yang mana waktu itu Negara Yaman Sekuler dibantu oleh militer Kerajaan Inggris.
Jadi Menlu
Pada tahun 1932, Raja 'Abdul 'Aziz pun memproklamirkan berdirinya Negara Monarki Arab Saudi dengan Raja 'Abdul 'Aziz bin 'Abdurrahman sendiri sebagai Raja pertama pasca peresmiannya ini.
Pada tahun ini pula, Faisal diberi jabatan sebagai Menteri Luar Negeri Arab Saudi.
Pada sebuah pidato kenegaraannya dalam sebuah konferensi KTT Perdamaian dikota Versailles, Prancis, kharismanya berhasil memukau delegasi-delegasi negara asing yang hadir dalam konferensi tersebut.
Setelah PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) mengeluarkan resolusi pemecahan Palestina untuk pendirian negara Israel, Pangeran Faisal pun mendesak Raja 'Abdul 'Aziz untuk memutuskan hubungan diplomasi dengan Amerika Serikat yang menjadi salah satu pencetus resolusi tersebut, namun permintaannya ditolak oleh Raja 'Abdul 'Aziz karena masih adanya hubungan timbal balik di antara kedua negara tersebut waktu itu.
Selepas kakaknya, yakni Raja Saud bin 'Abdul 'Aziz yang diangkat menggantikan Raja 'Abdul 'Aziz tersangkut kasus skandal keuangan yang menyebabkannya turun tahta, Pangeran Faisal pun dilantik menjadi pemerintah sementara menggantikan kakaknya yang tengah diasingkan keluar negeri oleh keluarganya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/raja-faisal-kiri.jpg)