Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Kilas Balik Sejarah Raja Faisal Terbunuh, Raja Arab Saudi
Ia dibunuh oleh keponakannya sendiri, Pangeran Faisal Ibu Musaed. Pangeran Faisal menembakkan tiga peluru ke tubuh Raja dari jarak dekat.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Pada 25 Maret 1975 seorang raja yang memimpin Kerajaan Arab Saudi, Raja Faisal dibunuh.
Ia dibunuh oleh keponakannya sendiri, Pangeran Faisal Ibu Musaed.
Pangeran Faisal menembakkan tiga peluru ke tubuh Raja dari jarak dekat. Peristiwa itu terjadi saat berlangsung audiensi kerajaan.
Dilansir dari Kompas.com yang melansir dari BBC, sebelum penembakan terjadi Raja Faisal membungkukkan badannya untuk mencium sang keponakan, Pangeran Faisal.
Akan tetapi, ia justru mendapatkan tembakan langsung di dagu dan telinganya.
Penjaga raja yang mengetahui kejadian itu langsung mengarahkan pedangnya kepada Pangeran Faisal.
Pedang pengawal masih dalam kondisi tertutup sehingga tidak melukainya sama sekali.
Namun, Menteri Perminyakan Sheikh Yamani berteriak kepada sang penjaga untuk tidak membunuh Pangeran Fasial.
Raja Faisal langsung dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan masih hidup.
Tim dokter telah mencoba menyelamatkan nyawa Raja, misalnya dengan melakukan transfusi darah dan memijat bagian hatinya.
Namun, luka tembak yang diterimanya terlalu fatal untuk ditangani. Ia pun tutup usia pada hari itu juga, di usianya yang ke-69.
Alasan Penembakan
Meskipun hingga sekarang, belum diketahui secara pasti apa alasan penembakan yang dilakukan oleh Pangeran Faisal di Riyadh, Arab Saudi ini.
Beredar dugaan mengenai alasan pembunuhan paman oleh keponakannya ini. Salah satunya karena kematian kakaknya, Khalid, pada bentrokan dengan pasukan keamanan pada 1966.
Sempat pula beredar teori konspirasi yang diduga melatarbelakangi pembunuhan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/raja-faisal-kiri.jpg)