Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Apa Kabar Proyek Taman Hutan Raya Balocci Pangkep? Bertahun-tahun Terbengkalai

Tahura di Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep, Sulsel, Sabtu (23/3/2019) bertahun-tahun terbengkalai.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/MUNJIYAH DIRGA GHAZALI
Taman Hutan Raya di Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep, Sulsel, Sabtu (23/3/2019). (Foto Munji). 

TRIBUNPANGKEP.COM, BALOCCI-- Taman Hutan Raya (Tahura) di Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep, Sulsel, Sabtu (23/3/2019) bertahun-tahun terbengkalai.

Beberapa kali dicek tempat itu masih saja tidak terawat, padahal sudah dibangun sejak 2013 lalu dengan anggaran Rp 5 miliar.

Tak satupun petugas berjaga di pos jaga tepat pintu masuk.

Baca: Weekend Ini, Yuk Nikmati Keindahan Bawah Laut Pulau Kapoposang Pangkep

Baca: VIDEO: Miris, Begini Kondisi SDN No 184 Inpres Boddia Takalar yang Rusak Parah

Baca: Pipa PDAM Bocor di Kampung Topa Selayar, Distribusi Air Terganggu

Kondisi pos jaga sudah rusak dengan cat yang terkelupas.

Keadaan disekitarnya tidak ada tanda-tanda kawasan itu dirawat dengan baik.

Tanaman-tanaman yang dijaga di dalam Tahura tersebut tidak jelas karena sudah ditumbuhi ilalang.

Lokasi Tahura ini berada di jalan poros Kecamatan Balocci, sekirar 10 km dari perbatasan Maros-Kalibone Pangkep.

Warga Balocci, Ahmad yang tiap hari melewati jalan itu mengaku prihatin dengan kondisi Tahura.

"Mestinya dipergunakan dengan baik, dirawat agar para tamu yang datang ke Balocci bisa melihat Pangkep juga punya Tahura. Jika dikelola dengan baik bisa menjadi destinasi wisata," jelasnya, Sabtu (23/3/2019).

Sebelumnya diberitakan, lokasi proyek Tahura merupakan tambang batu bara serta sebagian lahannya pernah dijadikan sebagai lintasan balapan motor.

Dahulu proyek ini akan dijadikan lokasi wisata baru, melengkapi Pemandian Purbakala Sumpangbita yang telah ada sebelumnya dan lokasinya tidak jauh dari proyek.

Namun, itu tidak pernah terwujud karena Tahura hanya dibiarkan begitu saja sehingga tidak dapat dibedakan lagi tumbuhan yang sengaja ditanam atau tumbuhan liar.

Sejak 2013 lalu dikatakan Dinas Kehutanan Pangkep yang saat ini diambil alih Provinsi akan membangun berbagai fasilitas seperti perkebunan buah, kolam renang, serta sejumlah anak tangga yang menyerupai tangga seribu Sumpangbita.

Luas lahan 40 hektare terdiri dari lahan datar dan gunung.

Secara tehnis pembangunan Tahura tersebut untuk menjaga sumber mata air, menjaga kelestarian kawasan karst serta menjaga flora dan fauna.

Laporan Wartawan TribunPangkep.com, @munjidirgaghazali

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved