Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Cuitannya Tuai Kontroversi Jadi Trending di Twitter, Siapa Ulil Abshar Abdalla?
Sepertinya ia sedang menanggapi kasus penembakan sadis dua masjid Selandia Baru pada, Jumat (15/3/2019).
Penulis: Ina Maharani | Editor: Ina Maharani
Dia lulus dengan gelar sarjana di fakultas Syariah di LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab - Institut Pengetahuan Islam dan Arab) di Jakarta.
Ia juga dididik di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (Sekolah Filsafat Driyarkara).
Dia pernah menjabat sebagai ketua Lakpesdam Nahdlatul Ulama (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Nahdlatul Ulama, sebagai peneliti di ISAI (Institut Studi Arus Informasi), Jakarta, dan sebagai Direktur Program di Konferensi Indonesia tentang Agama dan Perdamaian (ICRP).
Dia juga dikenal karena aktivisme sebagai koordinator di Jaringan Islam Liberal, sebuah kelompok yang mengklaim memberikan interpretasi liberal tentang Islam.
Dalam aktivitas di kelompok ini, Ulil menuai banyak simpati sekaligus kritik. Atas kiprahnya dalam mengusung gagasan pemikiran Islam ini, Ulil disebut sebagai liberal anti keislaman selepas Cak Nur (Nurcholish Madjid).
Setelah menyelesaikan gelar magisternya di bidang agama di Universitas Boston ia melanjutkan dan melanjutkan studi PhD-nya di Departemen Bahasa dan Peradaban Timur Dekat, Universitas Harvard.
Ulil juga menjabat sebagai Ketua Divisi Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Pengurus Pusat Partai Demokrat masa jabatan Ketua Umum Anas Urbaningrum.
Kontraversi 2003
Sebelumnya, ia juga pernah menuai kontroversi pada tahun 2003.
Sekelompok ulama Islam Indonesia dari Forum Ulama Umat Islam mengeluarkan fatwa kematian terhadap Ulil untuk sebuah artikel yang ditulis Ulil di Kompas pada tahun 2002, "Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam" (Menyegarkan Pemahaman Islam) yang dianggap sesat oleh para ulama.
Pada bulan Maret 2011, sebuah bom surat yang ditujukan kepada Ulil di Komunitas Utan Kayu meledak, melukai seorang polisi.
Ulil juga membela hak orang-orang Ahmadi, yang merupakan sikap yang tidak biasa dalam Islam konservatif.
Dia juga menentang banyak fatwa oleh Majelis Ulama Indonesia, seperti yang melarang memberikan salam Natal kepada orang-orang Kristen.
Ulil pernah menjadi Ketua Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Nahdlatul Ulama, Jakarta, sekaligus juga menjadi staf peneliti di Institut Studi Arus Informasi (ISAI), Jakarta, serta Direktur Program Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP).
Data diri:
Nama: Ulil Abshar Abdalla
Instagram: @ulil99
Twitter: Ulil Abshar Abdalla
Lahir:Pati, Jawa Tengah, Indonesia, 11 Januari 1967
Kebangsaan: Indonesia
Organisasi: Jaringan Islam Liberal
Dikenal atas: Tokoh Islam Liberal yang beralifiasi dengan Jaringan Islam Liberal
Orang tua:
Abdullah Rifa'i (Ayah)
Salamah (ibu)
Pasangan:
Ienas Tsuroiya
Sumber: wikipedia