Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Cuitannya Tuai Kontroversi Jadi Trending di Twitter, Siapa Ulil Abshar Abdalla?

Sepertinya ia sedang menanggapi kasus penembakan sadis dua masjid Selandia Baru pada, Jumat (15/3/2019).

Tayang:
Penulis: Ina Maharani | Editor: Ina Maharani

 
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ulil Abshar Abdalla kembali berkicau melalui akun twitternya @ulil

Sepertinya ia sedang menanggapi kasus penembakan sadis dua masjid Selandia Baru pada, Jumat (15/3/2019).

Dalam cuitannya melalui akun twitternya "Muslim scholar/writer. I grew up in Sunni, Shafi'i, Ash'ari and traditional Muslim family. Now, I move beyond madzhabic boundaries. Big fan of Roger Federer."

Atau "Sarjana / penulis Muslim. Saya tumbuh di Sunni, Syafi'i, Asy'ari dan keluarga Muslim tradisional. Sekarang, saya bergerak melampaui batas-batas madzhab. Penggemar berat Roger Federer."

Sontak postingan tersebut menuai kritikan.

Ia tak mendiamkan kritikan tersebut dan membalasnya.

"Kalau anda pernah merasakan hidup sebagai Muslim minoritas di negeri Barat, anda akan merasakan betapa sakitnya menjadi obyek yg "dicurigai", di-lain-kan, menjadi sasaran fobia yg bisa berujung pada kekerasan spt di NZ kemaren. Karena itu, hormatilah minoritas di manapun," saat mengomentari balasan nitizen.

Diketahui madzhab adalah penggolongan suatu hukum atau aturan setingkat dibawah firkah, yang dimana firkah merupakan istilah yang sering dipakai untuk mengganti kata "denominasi" pada Islam.

Siapa Ulil Abshar Abdalla?

Ulil Abshar-Abdalla adalah seorang sarjana Indonesia yang berafiliasi dengan Jaringan Islam Liberal (Jaringan Islam Liberal).

Ia berasal dari keluarga Nahdlatul Ulama. Ayahnya Abdullah Rifa'i dari pesantren Mansajul Ulum (sekolah Islam Mansajul Ulum) di Pati, Jawa Tengah.

Ia menikah dengan putri Mustofa Bisri, seorang ulama Islam dari Pesantren Raudlatut Talibin, Rembang, Jawa Tengah.

Ulil menyelesaikan pendidikan menengahnya di Madrasah Mathali'ul Falah, Kajen, Pati, Jawa Tengah.

Sekolah ini dipimpin oleh Ahmad Sahal Mahfudz yang duduk di dewan kepemimpinan Nahdlatul Ulama selama periode 1994-1999.

Ulil juga belajar di Pesantren Mansajul 'Ulum, Cebolek, Kajen, Pati, dan Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang, semuanya di Jawa Tengah.

Dia lulus dengan gelar sarjana di fakultas Syariah di LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab - Institut Pengetahuan Islam dan Arab) di Jakarta.

Ia juga dididik di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara (Sekolah Filsafat Driyarkara).

Dia pernah menjabat sebagai ketua Lakpesdam Nahdlatul Ulama (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Nahdlatul Ulama, sebagai peneliti di ISAI (Institut Studi Arus Informasi), Jakarta, dan sebagai Direktur Program di Konferensi Indonesia tentang Agama dan Perdamaian (ICRP).

Dia juga dikenal karena aktivisme sebagai koordinator di Jaringan Islam Liberal, sebuah kelompok yang mengklaim memberikan interpretasi liberal tentang Islam.

Dalam aktivitas di kelompok ini, Ulil menuai banyak simpati sekaligus kritik. Atas kiprahnya dalam mengusung gagasan pemikiran Islam ini, Ulil disebut sebagai liberal anti keislaman selepas Cak Nur (Nurcholish Madjid).

Setelah menyelesaikan gelar magisternya di bidang agama di Universitas Boston ia melanjutkan dan melanjutkan studi PhD-nya di Departemen Bahasa dan Peradaban Timur Dekat, Universitas Harvard.

Ulil juga menjabat sebagai Ketua Divisi Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Pengurus Pusat Partai Demokrat masa jabatan Ketua Umum Anas Urbaningrum.

Kontraversi 2003

Sebelumnya, ia juga pernah menuai kontroversi pada tahun 2003.

Sekelompok ulama Islam Indonesia dari Forum Ulama Umat Islam mengeluarkan fatwa kematian terhadap Ulil untuk sebuah artikel yang ditulis Ulil di Kompas pada tahun 2002, "Menyegarkan Kembali Pemahaman Islam" (Menyegarkan Pemahaman Islam) yang dianggap sesat oleh para ulama.

Pada bulan Maret 2011, sebuah bom surat yang ditujukan kepada Ulil di Komunitas Utan Kayu meledak, melukai seorang polisi.

Ulil juga membela hak orang-orang Ahmadi, yang merupakan sikap yang tidak biasa dalam Islam konservatif.

Dia juga menentang banyak fatwa oleh Majelis Ulama Indonesia, seperti yang melarang memberikan salam Natal kepada orang-orang Kristen.

Ulil pernah menjadi Ketua Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) Nahdlatul Ulama, Jakarta, sekaligus juga menjadi staf peneliti di Institut Studi Arus Informasi (ISAI), Jakarta, serta Direktur Program Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP).

Data diri:
Nama: Ulil Abshar Abdalla
Instagram: @ulil99

Twitter: Ulil Abshar Abdalla
Lahir:Pati, Jawa Tengah, Indonesia, 11 Januari 1967
Kebangsaan: Indonesia
Organisasi: Jaringan Islam Liberal
Dikenal atas: Tokoh Islam Liberal yang beralifiasi dengan Jaringan Islam Liberal
Orang tua:
Abdullah Rifa'i (Ayah)
Salamah (ibu)
Pasangan:
Ienas Tsuroiya

Sumber: wikipedia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved