Golkar Pecat Erwin Aksa, Koorbid Kepartaian DPD I Partai Golkar Sulsel: Itu Sudah Tepat!

Erwin lebih memilih sahabatnya Sandiaga Salahuddin Uno dibandingkan pilihan politik Partai Golkar.

Golkar Pecat Erwin Aksa, Koorbid Kepartaian DPD I Partai Golkar Sulsel: Itu Sudah Tepat!
abdul Aziz/Tribun Timur
Wakil Ketua Koordinator Bidang (Koorbid) Kepartaian DPD I Partai Golkar Sulsel Muh Arfandy Idris mengatakan, kewajiban bagi semua kader Partai Golkar untuk taat dan tunduk atas keputusan atau kebijakan partai. Hal itu di katakan di Warkop Sija, Jl Topaz Raya, Makassar, Selasa (19/3/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Erwin Aksa memutuskan mendukung calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 17 April 2019.

Sahabat nomor satu, politik nomor dua.

Itulah komitmen yang dipegang teguh putra HM Aksa Mahmud.

Erwin pun memutuskan nonaktif dari kepengurusan DPP Golkar.

Erwin lebih memilih sahabatnya Sandiaga Salahuddin Uno dibandingkan pilihan politik Partai Golkar.

"Terkait pemberitaan saya yang dua hari terakhir ini banyak tersebar di media sosial dan media online, tentang kehadiran saya diacara debat cawapres tanggal 17 Maret di Hotel Sultan, maka melalui pers release, saya Erwin Aksa, perlu menyampaikan dan memberitahukan beberapa hal," kata Erwin Aksa, Selasa (19/3/2019).

"Pemilihan presiden dan wakil presiden pada tanggal 17 April 2019 merupakan proses politik konstitusional yang tercantum dalam UUD 1945. Setiap warga negara berhak untuk memilih calon presiden dan calon wakil presiden sesuai pilihan hati nuraninya dan hak itu dijamin dan dilindungi oleh Undang-Undang," tegas Erwin.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Koordinator Bidang (Koorbid) Kepartaian DPD I Partai Golkar Sulsel M Arfandy Idris mengatakan, kewajiban bagi semua kader Partai Golkar untuk taat dan tunduk atas keputusan atau kebijakan partai.

"Apabila ada kader apalagi sebagai pengurus DPP Partai Golkar harusnya memberikan teladan dalam melaksanakan keputusan partai. Itu sebagai konskwensi sebagai kader Partai Gokkar. Keputusan DPP memecat Pak Erwin Aksa sudah tepat," tegas Arfandy di Warkop Sija, Jl Topaz Raya, Kota Makassar, Selasa (19/3/2019) malam.

"Tidak ada aturan partai yang mengatur tentang permberhentian sementara sebagai pengurus partai. Tindakan dan keputusan yang melanggar keputusan partai adalah pelanggaran berat sehingga DPP Partai Golkar harus segera menindak tegas untuk memberhentikan sebagai kader dan anggota Partai Golkar," tegasnya.

"Ini agar tidak menjadi preseden bagi anggota lainnya untuk tetap konsisten melaksanakan keputusan Partai Golkar," tambah Arfandy.(ziz)

Laporan wartawan tribuntimur.com @abdul-azis-alimuddin

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Penulis: Abdul Azis
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved