Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

OPINI - Patronase dan Sandera Politik

Penulis adalah Pengajar di Jurusan Ilmu Politik Universitas Teknologi Sulawesi

Editor: Aldy
tribun timur
Pengajar di Jurusan Ilmu Politik Universitas Teknologi Sulawesi 

Tetapi dalam konteks relasi politik patronase, ciri hubungan selalu bersifat kuasa. Patron adalah mereka yang berkuasa. Mereka membangun hubungan dalam rangka menguasai, dan mengi-kat klien.

Baca: Korban Siku Striker Barito Putera, Eks Kapten PSM Makassar Ini Terima 20 Jahitan! Ucap Terima Kasih

Di dalam ekonomi, relasi ini bisa diciptakan melalu dependensi. Dalam politik, penguasaan oleh patron bisa ditempuh melalui penyalagunaan kekuasaan.

Seperti penggunaan kekuatan hukum, militer, struktur birokrasi, dan lain sebagainya. Seorang klien bisa saja melepaskan diri dari patron, tapi mesti mengalami konsekuensi yang bisa berdampak pada matinya karir politik.

Apalagi bisa klien juga memiliki ambisi-ambisi politik. Relasi akan semakin alot.

Dalam konteks politik kontemporer, apa yang dilakukan oleh para elit politik pada gejala ke tiga mendekati pola hubungan politik patron-klien ini.

Meski tidak dalam bentuk fisik, pindah dan berkumpulnya elit politik di satu partai tertentu diduga karena adanya hegemoni politik dari partai atau elit politik tertentu. Hubungan ke duanya saling menguntungkan tapi bersifat memaksa dan tidak sejajar.

Baca: TRIBUNWIKI: Wanita Pendukung Jokowi-Maruf di Sulsel Bentuk Komunitas Pertiwi, Ini Profilnya

Partai politik dalam hubungan piramida politik patronase ini berperan sebagai patron yang memberikan perlindungan.

Perlindungan ini bisa berupa akses politik bagi klien yang memiliki am-bisi-ambisi politik, perlindungan hukum bagi mereka yang memiliki peluang terjerat masalah hukum —yang pasti tak mungkin perlindungan ekonomi karena mereka mapan dari sisi ekonomi.

Sementara elit lokal merupakan klien sekaligus berperan sebagai patron perantara yang bekerja untuk memberikan dukungan politik di Pemilu.

Mereka jadi sandera secara tak langsung karena Mirisnya, di antaranya mesti melibatkan anak dan istri sebagai “sandera” dalam memberikan dukungan poli-tik. Wallahu ‘alam bissawab.

Catatan: Tulisan ini telah dipublikasikan juga di Tribun Timur edisi print, Rabu 06 Maret 2019

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved