Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

OPINI - Patronase dan Sandera Politik

Penulis adalah Pengajar di Jurusan Ilmu Politik Universitas Teknologi Sulawesi

Editor: Aldy
tribun timur
Pengajar di Jurusan Ilmu Politik Universitas Teknologi Sulawesi 

Dalam politik patronase, pemanfaatan jejaring birokrasi atau ASN sangat efektif. Pendeka-tan relasi yang bersifat satu arah, top down, membuat jejaring ini kuat dan alot.

Besarnya celah bagi penguasa lokal dalam mengintervensi sistem birokrasi di daerah menyebabkan banyak ASN terikat pada instruksi atasan.

Atasan dalam jejaring patronase ini sebagai patron perantara dalam Piramida politik patronase. Ada yang secara sukarela karena mengharap jabatan, tak sedikit pula yang terpak-sa untuk mengamankan karir ASN-nya.

Kedua, masih populer pemanfaatan sumber daya pemerintah sebagai alat transaksi politik. Program-program pemerintah di kabupaten dan kota umumnya telah melalui sistem perencanaan yang baik.

Dari Musrembang hingga paripurna di DPRD. Tapi agenda ini seringkali disisipi program pesanan yang dikawal secara ketat dari hulu hingga hilir.

Baca: PSM Makassar Dikalahkan Tim Promosi Liga 1, Skor 1-0

Tahun 2019, belum ada yang mencuat di muka publik. Namun keterlibatan para kepala desa dalam tim pemenangan di daerah, patut diduga, akan berdampak pada pemanfaatan program dana desa sebagai alat transaksi pada skala pemerintahan paling bawah.

Ketiga, fenomena hijrah mantan pejabat, mantan istri pejabat dan anak pejabat ke partai politik tertentu. Terutama partai pendukung pemerintah.

Terlibatnya para mantan penguasa lokal, mantan istri penguasa lokal, bahkan anak-istri elit yang masih berkuasa di tingkat lokal patut diduga sebagai bagian dari pertukaran dalam relasi politik patronase.

Relasi ini bisa bersifat longgar atau bebas. Bisa pula alot atau terikat dalam relasi ke-tergantungan satu dengan lainnya.

Patronase yang mengikat umumnya terjadi karena struktur kuasa yang kuat. Praktik ini ba-nyak ditemukan dalam sejarah. Termasuk di Sulawesi Selatan pada masa lalu.

Baca: Parang Firman Benar-benar Tajam, Sekali Tebas, Lengan Imran Terputus

Ada banyak anak raja atau bangsawan yang terpaksa meninggalkan daerah mereka, untuk diserahkan dan dibesarkan laiknya anak dan keluarga oleh bangsawan pemenang perang di daerah ini pada masa lalu.

Mereka dibesarkan laiknya keluarga sendiri, diberikan hak-hak ekonomi, pendidikan. Bahkan tak jarang ketika dewasa dikawinkan dengan anak-anak pihak bangsawan pemenang.

Pada dasarnya, baik dalam relasi patronase longgar maupun alot, hubungan antara patron dan klien dapat berakhir kapanpun. Tapi selalu memiliki konsekuensi logis.

Dalam hubungan yang didasarkan ekonomi misalnya, klien jelas akan kehilangan perlindungan ekonomi. Dan, dalam poli-tik, bisa jadi klien tak lagi mendapatkan akses secara luas pada arena kekuasaan.

Di dalam kondisi ini, seorang klien masih bisa mengembangkan jejaringnya, dengan berpindah ke patron yang lain.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved