Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Surat Kabar di Indonesia Hadir Sejak 1854, Ini Sejarahnya

Ternyata surat kabar masuk ke Indonesia memiliki sejarah tersendiri. Surat kabar pertama kali diterbitkan di Eropa pada abad ke-17.

Tayang:
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Ina Maharani
handover
koran 

Surat kabar lainnya yang terbit pada masa ini adalah Soeara Indonesia, Pedoman Harian yang berubah menjadi Soeara Merdeka (Bandung), Kedaulatan Rakyat (Bukittinggi), Demokrasi (Padang) dan Oetoesan Soematra (Padang).

Zaman Orde Lama

Setelah dikeluarkannya dekret presiden tanggal 5 Juli 1959 oleh presiden Soekarno, terdapat larangan terhadap kegiatan politik termasuk pers.

Persyaratan untuk mendapat Surat Izin Terbit dan Surat Izin Cetak diperketat yang kemudian situasi ini dimanfaatkan oleh Partai Komunis Indonesia untuk melakukan slowdown atau mogok secara halus oleh para buruh dan pegawai surat kabar.

Karyawan pada bagian setting melambatkan pekerjaannya yang membuat banyak kolom surat kabar tidak terisi menjelang batas waktu cetak (deadline).

Pada akhirnya kolom tersebut diisi iklan gratis. Hal ini menimpa surat kabar Soerabaja Post dan Harian Pedoman di Jakarta. Pada periode ini banyak terjadi kasus antara surat kabar pro PKI dan anti PKI.

Zaman Orde Baru

Pada periode ini, surat kabar yang dipaksa untuk berafiliasi kembali mendapatkan pribadi awalnya, seperti Kedaulatan Rakyat yang pada zaman orde lama harus berganti menjadi Dwikora.

Hal ini juga terjadi pada Pikiran Rakyat di Bandung. Bahkan pers kampuspun mulai aktif kembali. Namun dibalik itu semua, pengawasan dan pengekangan pada pers terutama dalam hal konten tetap diberlakukan.

Pemberitaan yang dianggap merugikan pemerintah harus dibredel dan dihukum dengan dilakukan pencabutan SIUP seperti yang terjadi pada Sinar Harapan, tabloid Monitor dan Detik serta majalah Tempo dan Editor.

Pers lagi-lagi dibayangi dalam kekuasaan pemerintah yang cenderung memborgol kebebasan pers dalam membuat berita serta menghilangkan fungsi pers sebagai kontrol sosial terhadap kinerja pemerintah. Pembredalanpun marak pada periode ini.

Di Indonesia, surat kabar cetak Kompas pada tahun 2013 memiliki oplah koran mencapai 500.000 eksemplar per hari dan menjadikannya sebagai surat kabar dengan oplah terbesar di Indonesia apalagi dengan sistem percetakan jarak jauh yang dimiliki Kompas sehingga menyebabkan persebarannya sampai ke daerah-daerah.

Hal ini juga memberi dampak pada kecilnya kesempatan atau peluang bisnis bagi surat kabar lokal atau surat kabar yang tidak populer, karena jika ingin mencari keuntungan tentu distributor koran hanya akan menjual surat kabar yang populer.

Fenomena hadirnya surat kabar secara online kini memberikan kesempatan bagi surat kabar yang kurang populer untuk turut menjadi media informasi yang dapat diakses secara online oleh masyarakat luas.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved